Portal Berita Papua Barat

40 Hari Ops Pengamanan Hari Raya, Tim SAR Sigap dan Maksimal

0 46
40 Hari Ops Pengamanan Hari Raya
40 Hari Ops Pengamanan Hari Raya – Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Search And Rescue (SAR) Manokwari Ludi Yanto. S.E. (Kanan) saat bersama Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Alberth Rodja. (Foto: Adrian Kairupan)
Manokwari, Papuabaratoke.com40 Hari Ops Pengamanan Hari Raya.  Tim Search And Rescue (SAR) Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari yang melaksanakan siaga penuh untuk mengantisipasi kecelakaan selama masa libur lebaran 2018 menunjukan kesigapan dan upaya maksimal.

40 Hari Ops Pengamanan Hari Raya.  Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Search And Rescue (SAR) Manokwari Ludi Yanto. S.E. mengatakan, selama kurang lebih 40 hari kegiatan operasi pengamanan hari raya menjelang dan hingga pasca Idul Fitri 1439 Hijriah tahun 2018, berjalan sukses.

Dijelaskannya, tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Papua Barat, yang melaksanakan siaga penuh untuk mengantisipasi kecelakaan selama masa libur lebaran 2018 atau yang dimulai sejak H-8 hingga H+8 tak mendapati kejadian menonjol alias yang mengakibatkan kerugian materil atau non materil hingga membahayakan nyawa para pemudik atau warga masyarakat di kota Manokwari yang melakukan perjalanan di waktu liburan.

Dikemukakan, operasi dan pengamanan kesiap-siagaan tersebut, dirangkum melalui laporan para anggota yang bertugas di setiap wilayah kerja Basarnas Manokwari meliputi Kabupaten Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama dan Teluk Bintuni serta Kabupaten Tambrauw Bagian Timur.

“Jadi selama rencana operasi siaga lebaran kurang lebih H-8 hingga H+8 usai hari raya lebaran atau moment bulan ramadhan idul fitri 1439 Hijriah tersebut berjalan baik. Tidak kita dapati adanya peristiwa atau hal yang menonjol,” ujar Ludi Yanto, Selasa (26/6/2018).

Meski demikian, selama bulan ramadhan tersebut tim SAR juga ikut memback-up kasus kejadian laporan orang hilang di wilayah Kabupaten Teluk Bintuni. Dimana sesuai dilaporkan waktu kehilangannya pada 5 Juni 2018 lalu, dan kini korban berhasil di temukan kembali.

“Sesuai laporan awal, dia hilang di hutan sekitar 5 Juni 2018 kemarin, tetapi sudah ditemukan. Untuk kasus lain, seperti orang jatuh mungkin dari kapal laut, kecelakaan pesawat, orang tenggelam di tempat wisata, dilaporkan nihil,” ucapnya.

Baca Juga:  Rayakan HUT ke-46, Basarnas Diminta Tingkatkan Profesionalisme

Ludi Yanto menegaskan, untuk mendukung suasana arus mudik dan arus balik selama program kerjasama operasi ketupat gabungan ramadhan idul fitri 1439 hijiriah, pihaknya bersama instansi lainnya juga dalam pengamanan di tempat keramaian seperti di Pelabuhan, Bandara dan tempat – tempat wisata masih akan terus menempatkan para personel SAR yang telah di bagi kedalam beberapa bentuk regu.

“Sekitar 70 personil saya sudah sebarkan, dan syukurlah dalam waktu memantau arus balik mudik, hingga sejauh ini aman terkontrol,” imbuh dia.

“Untuk back-up kejadian atau bantuan bagi penumpang atau pemudik di tempat keramaian seperti bandara dan pelabuhan masih kita lakukan. Tujuannya agar kita tetap bisa ikut mengontrol arus balik para pemudik di kota Manokwari,” sambungnya lagi.

Dikatakan, bahwa hal ini sebagaimana intruksi yang tertuang dalam Peraturan Kepala Badan SAR Nasional Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Pedoman Penyelenggaraan Operasi SAR. Yakni Pasal 2, Operasi SAR meliputi segala upaya dan kegiatan SAR sampai dengan evakuasi terhadap korban, sebelum diadakan penanganan berikutnya.

Rangkaian kegiatan SAR terdiri atas 5 (lima) tahap yaitu tahap menyadari, tahap tindak awal, tahap perencanaan, tahap operasi, dan tahap pengakhiran.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com