Portal Berita Papua Barat

SAR Manokwari Mantapkan Rencana Kontigensi Pencarian dan Pertolongan

0 68
SAR Manokwari
SAR Manokwari – Perserta rapat koordinasi dan rencana kontigensi SAR yang diselenggarakan oleh Kantor Pertolongan dan Pencarian Manokwari. Foto : Dok Kantor Pertolongan dan Pencarian Manokwari.(Foto: Dok Kantor Pertolongan dan Pencarian Manokwari.)
Manokwari, Papuabaratoke.com – SAR Manokwari.  Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) nomor 22 tahun 2017, salah satu tugas dan fungsi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (BASARNAS) adalah menyusun operasi pencarian dan pertolongan yang didasarkan pada rencana kontigensi.

Berkaitan dengan tugas dan fungsi tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari menggelar rapat koordinasi dan rencana kontigensi pencarian dan pertolongan.

Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji mengungkapkan, tugas menyusun rencana kontigensi tersebut juga sesuai pasal 9 Peraturan Kepala Basarnas nomor 14 tahun 2015 tentang rencana aksi pencarian dan pertolongan nasional.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari, Ludi Yanto, SE saat memberi materi pada Rapat Koordinasi dan Rencana Kontigensi SAR. (Foto : Dok Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Manokwari)

“Kantor SAR wajib susun kontigensi. Penyusunan kontigensi pertama kali dilakukan pada 2015. Out put berupa draf kotigensi pencarian dan pertolongan yang disusun perlu disempurnakan dengan membuat kesepakatan bersama antara BASARNAS dengan Kantor SAR serta potensi yang terlibat”.

Demikian arahan yang disampaikan Bambang di sela pembukaan rapat koordinasi dan kontigensi SAR yang diselenggarakan Kantor Badan Pencarian dan dan Pertolongan Manokwari yang berlangsung di salah satu hotel, Rabu (18/4/2018).

Kegiatan rapat koordinasi ini melibatkan 23 instansi/organisasi potensi pertolongan dan pencarian dari unsur TNI, Polri, lembaga vertikal dan pihak lainnya.

Foto Bersama Perserta rapat koordinasi dan rencana kontigensi SAR yang diselenggarakan oleh Kantor Pertolongan dan Pencarian Manokwari. (Foto: Dok Kantor Pertolongan dan Pencarian Manokwari.)

“Rencana kontigensi yang disusun diharapkan bisa menjadi acuan bersama dalam operasi dan dapat diuji dalam latihan sehingga dapat diterapkan pada saat bencana yang benar-benar terjadi,” ujar dia.

Rencana kontigensi, juga diharapkan bisa membantu tercapainya pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang cepat, tepat, aman dan terpadu serta terkoordinasi.

Sebab inti dari rencana kontigensi adalah memudahkan dan menyinergikan apabila terjadi kecelakaan atau bencana. Sehingga respon time yang dikeluarkan bisa sesuai dengan rencana (kontigensi).

“Intinya, untuk kita bisa lakukan aksi yang cepat dan tepat yang sesuai kondisi daerahnya. Contohnya, ada kapal tenggelam, pesawat jatuh apa yang harus dilakukan antara basarnas dengan potensi yang ada. Kalau respon time nya butuh waktu 15 menit atau 30 menit, maka harus terpernuhi,” tandasnya.

Materi yang disampaikan pada rakoor dan rencana kontigensi ini, meliputi koordinasi dan rencana operasi. Bambang menekankan, koordinasi dalam pencarian dan potensi menjadi hal krusial. Dikarenakan, Undang Undang mengamanatkan penggunaan potensi pertolongan dan pencarian seluruhnya dikendalikan oleh Basarnas.

Baca Juga:  Silaturahmi, Kepala Basarnas Manokwari Sambangi Redaksi Portal Papua Barat Oke
Penyerahan cinderamata oleh Staf Ahli Bupati Manokwari Bidang Hukum, Irjanto Ombesapu kepada Direktur Operasi Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo Aji. (Foto: Dok Kantor Pertolongan dan Pencarian Manokwari.

“Hal ini yang perlu dikoordinasikan sehingga kita juga tahu apa yang dimiliki oleh potensi yang terlibat, karena kantor SAR ada keterbatasan, ada kemampuan yang tidak dimiliki. Ini, kita bisa minta bantuan dari organisasi atau instansi potensi yang ada,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan dalam sambutan tertulis yang dibacakah Staf Ahli Bidang Hukum, Irjanto Ombesapu, mengungkapkan kegiatan pertolongan dan pencarian sejatinya adalah kewajiban moral.

Dikatakan, kewajiban tersebut menjadi tanggung jawab seluruh komponen bangsa. Mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI dan Polri. Yang secara bersama memberikan dukungan terpadu.

“Melalui rapat koordinasi ini, kita satukan hati, pikiran, dan tekad untuk memberian pertolongan secara tepat dan andal. Kecelakaan bencana dan kondisi yang mengancam jiwa manusia tidak dapat diketahui kapan datang menimpa. Out put dari rencana kontigens SAR Manokwari diharap bisa digunakan dalam upaya pencarian dan pertolongan,” kata Bupati Demas.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!