Portal Berita Papua Barat

Nasib Filep Wamafma dan Abdullah Manaray Menuju DPD RI, Ditentukan Senin Depan

0 200
Nasib Filep Wamafma dan Abdullah Manaray
Nasib Filep Wamafma dan Abdullah Manaray – Ketua Bawaslu Papua Barat yang juga bertindak sebagai ketua majelis pemeriksa Marlenny Momot (Kanan) bersama anggota majelis pemeriksa I, Ibnu Mas’ud (Tengah) didampingi Kepala Sekertaris Bawaslu Papua Barat, Frederik Kokorule (Kiri) saat menggelar jumpa pers di sekertariat setempat Jalan Brawijaya nomor 3A, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Jumat (11/5/2018).(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.comNasib Filep Wamafma dan Abdullah Manaray. Nasib bakal calon DPD RI Filep Wamafma dan Abdullah Manaray melanjutkan langkah dalam tahapan pencalonan menuju DPD RI akan ditentukan, Senin 14 Mei 2018.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Bawaslu Papua Barat yang juga bertindak sebagai ketua majelis pemeriksa Marlenny Momot, bersama anggota majelis pemeriksa I, Ibnu Mas’ud, didampingi Kepala Sekertaris Bawaslu Papua Barat, Frederik Kokorule saat menggelar jumpa pers di sekertariat setempat Jalan Brawijaya nomor 3A, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, Jumat (11/5/2018).

Marlenny Momot mengatakan, pihaknya ingin mengkonfirmasi atau meyampaikan kembali kepada masyarakat, dimana sebelumnya disampaikan bahwa sidang putusan dugaan pelanggaran administrasi pemilu dengan nomor perkara : 001 Abdullah Manaray dan 002 Filep Wamafma/ADM/BWSL-PB/Pemilu/ IV/2018, akan dilaksanakan, Sabtu (Besok) 12 Mei 2018.

Namun karena Bawaslu PB tak ingin terkesan buru-buru dan mengedepankan prinsip kehatian-hatian dengan dasar hukum dalam mengambil keputusan, maka agenda sidang putusan akan dilaksanakan pada Senin, 14 Mei 2018.

“Pada prinsipnya (Bawaslu, red) tidak ingin terburu-buru dan kita sangat hati-hati, karena keputusan ini yang menentukan kredibilitas Bawaslu ke depan. Jadi Sidang putusan kita akan gelar hari Senin 14 Maret 2018,” terang Marlenny Momot.

Anggota Bawaslu Ibnu Mas’ud juga menegaskan bahwa berdasarkan undang-undang nomor 7 tahun 2017 dalam penanganan gugatan pemilu, Bawaslu tak lagi mengeluarkan rekomendasi namun berupa putusan yang harus dijalankan.

Baca Juga:  KPU PB Mangkir, Sidang Gugatan Abdullah Manaray dan Filep Wamafma Ditunda

Meski demikian kata Ibnu Mas’ud, baik pelapor mapun terlapor tak terima dengan putusan tersebut, dapat mengambil langkah hingga ke Bawaslu RI untuk dikoreksi.

“Regulasinya beda dengan yang dulu. Putusan Bawaslu Provinsi bisa dikoreksi ke Bawaslu RI, paling lama 3 hari setelah putusan. Dan kami ingin sampaikan lagi, bahwa kita tidak akan terpengaruh dengan intervensi apa pun,” pinta dia.

Sementara itu, Kepala Sekertaris Bawaslu Papua Barat, Frederik Kokorule menambahkan, bahwa untuk sidang putusan dugaan pelanggaran administrasi pemilu dengan nomor perkara : 003, 004 dan 004 /ADM/BWSL-PB/Pemilu/ IV/2018, atau dengan pelapor, Maikel Warbete, Siswanto Tigtig Weria dan Tutti Achmud, masih akan dijadwalkan.

“Untuk perkara gugatan 003, 004 dan 005 akan kami jadwalkan setelah sidang putusan gugatan 001 dan 002,” ucapnya.

Frederik Kokorule menyebutkan, terlkait pengamanan saat sidang putusan nantinya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Papua Barat dan Polres Manokwari.

Dalam kesempatan ini, sebelumnya Marlenny Momot mengimbau bagi massa pendukung pelapor untuk saling menjaga ketertiban dan keamanan serta kenyamanan saat jalannya sidang.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!