Portal Berita Papua Barat

Pengrajin Mama-mama Asli Papua Banjir Rejeki di FMW 2017

0 71

Biak, Papuabaratoke.com – Beragam hasil kreatif kerajinan tangan karya mama-mama asli Papua, jadi buruan wisatawan lokal dan turis manca Negara.

Hal ini nampak jelas di lokasi Pameran Industry creative, pada Festival Munara Wampasi 2017 Kabupaten Biak.

Salah satu pemilik hasil kerajinan asli Papua, mama Yustina Rumboirusi, mengaku bersyukur dengan perhelatan festival ini. Sejak dimulai, ia meraup untung hingga 5 Juta Rupiah.

“Barang yang saya tawarkan seperti gantungan kunci, tas rajut, sepatu dompet dan ikat pinggang serta manik-manik,” ujarnya kepada Papuabaratoke.com, Senin (3 Juli 2017).

Selain itu, ada tas hp, beragam kalung, tempat kapur, sepatu rajut benang, dompet rajut dan dompet daun tikar.

Ia mengaku beberapa kerajinan tangan dubuat dari bahan yang mudah ditemui sehari-hari. Misalnya sepatu dompet yang terbuat dari kulit kayu dan batok kelapa. Tas HP dari kulit kayu dan kalung dari kulit bia (keong kecil) dan gigi sapi.

Ada juga satu hasil kerajinan tangan unik yaitu gelang sarak yang dibuat dari badan Pesawat peninggalan Perang Dunia kedua.

“Yang paling banyak dibeli pengunjung adalah tas, kalung, dompet dan gelang,” terang mama Yustina.

Harga tas yang ditawarkan sesuai dengan mutu dan kualitas barang, dimulai dari Rp.50-400 Ribu. Sedangkan pernak-pernik lain semisal jepit rambut dilebeli Rp.10-100 Ribu.

Pemilik galeri Pede Irian Bhakti yang berlokasi di APO Jayapura ini mengaku harus memberi contoh kepada mama-mama Papua lain untuk mengikuti jejaknya.

”Kita orang asli Papua harus bisa, kenapa tidak ?,” paparnya.

Yuliana Warpur, warga asal Jayapura, menilai kerajinan tangan miliik mama Yustina cukup unik. Terutama jepit rambut, kalung dan gelang yang dibuat dari bahan alam asli Papua. (TOM/PBOKe)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com