Portal Berita Papua Barat

Satu Bulan Ombang Ambing di Laut, Nelayan Asal Sulut Terdampar di Biak

0 81
Nelayan Asal Sulut Terdampar di Biak
Nelayan Asal Sulut Terdampar di Biak – Kondisi para nelayan asal Sangihe SULUT saat di temukan dan kini mereka telah di pulangkan ke daerah asalnya. (Foto: Istimewa)

Biak,Papuabaratoke.com – Nelayan Asal Sulut Terdampar di Biak.  Nelayan asal Sangihe, Sulawesi Utara (Sulut) ditemukan terdampar di kepulauan Padaido, Kabupaten Biak Numfor, Papua.

Nelayan yang menggunakan kapal motor ini berhasil dievakuasi tim Search and Rescue (SAR) kelas A Biak, Senin, (08/01/2018), setelah diketahui satu bulan terombang-ambing di lautan lepas.

Kepala seksi Operasi Kantor SAR Biak Andrias H Yohanes di hadapan awak media menjelaskan, nelayan asal Sangihe Sultra ini berjumlah lima orang. Dan dikabarkan hilang sejak 8 Desember 2017, lantaran mengalami kerusakan mesin.

“Tim SAR bersama TNI AL dan Satpolair, sejak, Sabtu 6 Januari 2018 pukul 20.30 WIT hingga Senin (08/01/2018), mengevakuasi lima nelayan asal Sangihe Sultra,”
terang Andrias sebagaimana dilansir antaranewspapua.

Foto : Istimewa

Kapal motor yang beroperasi dari Pulau Kawaluso Sangihe, Sultra dan dinahkodai Lasdi Hamka (52) dan empat anak buah kapal, yakni Andi Hamka, Burhan Tompoh, Muliadi Manderes dan Feri Tampilang sedang melakukan aktifitas melaut mencari ikan di perairan Sangihe.

Namun naas kapal yang dinakhodai Lasdi Hamka memgalami kerusakan mesin, sehingga tidak dapat berjalan normal dan akhirnya ditemukan terdampar di kepulauan Padaido, Kabupaten Biak Numfor. “Kondisi kesehatan kelima nelayan Sangihe hingga saat ini dalam keadaan sehat dan masih menunggu kepulangan di kampung halaman,” ujarnya.

Sementara itu, Nakhoda kapal motor Hasrat Lasdi Hamka mengatakan ia telah melakukan berbagai upaya untuk mengendalikan operasional kapal dengan kondisi cuaca dan tidak adanya jalur komunikasi.

Bahkan menurut pengakuannya, selama satu bulan di laut, puluhan kapal yang melintas sepanjang perairan Papua, tidak satu pun memberikan bantuan yang diminta kapalnya.

“Mulai keluar mencari ikan, di pulau Kawaluso, mesin mati akibat oli dan air bercampur sehingga mesin ngadat dan mati, saya berusaha mencari signal namun mesin mati, dan sekitar tiga minggu terkena angin barat dan selatan hingga terdampar di Pulau Padaido,” kisahnya.

Baca Juga:  Pengrajin Mama-mama Asli Papua Banjir Rejeki di FMW 2017
Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com