Portal Berita Papua Barat

Program JKN-KIS Sumbang Rp 152,2 Triliun Pada Perekonomian Indonesia

0 4
Program JKN-KIS Sumbang Rp 152,2 Triliun
Kantor cabang BPJS Kesehatan yang ada di Manokwari, Papua Barat (foto ist. R.Mokodompit)
Jakarta, Papuabaratoke.com Program JKN-KIS Sumbang Rp 152,2 Triliun. Kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia sangat signifikan, dari penelitian Lembaga penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Basis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI), kontribusi JKN-KIS mencapai Rp 152,2 Triliun di tahun 2016.

“Hingga di tahun 2021 diperkirakan meningkat sampai Rp 289 Triliun” ujar Teguh Dartanto (Kepala Kajiaan Grup Kemiskinan dan Perlindungan Sosial LPEM FEB UI) saat berada di kantor BPJS Kesehatan Jakarta Pusat (15/8)

Dirangkum dari kompas.com, Teguh mengatakan Program JKN-KIS dapat mendorong peningkatan mutu modal manusia untuk jangka panjang. Dalam jangka pendek lanjutnya program JKN-KIS mendorong aktifitas ekonomi pada sektor jasa kesehatan pemerintah (rumah sakit & puskesmas), alat kesehatan non kesehatan (industri makanan dan minuman) dan industri farmasi.

Dampak JKN-KIS pada jasa kesehatan yang dicetuskan pemerintah mencapai 57,9 triliun, industri farmasi dan alat kesehatan Rp.10,3 triliun, jasa kesehatan dan kegiatan sosial swesta sebesar Rp 14,6 triliun, industri makanan dan minuman Rp 17,2 triliun, perdagangan diluar kendaraan mobil dan motor Rp 7,5 triliun, jasa angkutan dan pos terdampak Rp 3,5 triliun, jasa keuangan dan persewaan Rp 2,4 triliun, dan sektor lain-lain Rp 38,6 triliun.

Lanjut Teguh, Pada bidang Ketenagakerjaan kontribusi JKN-KIS juga ciptakan lapangan kerja sebanyak 1,45 juta orang di tahun 2016, dan diprediksikan meningkat di tahun 2021 mencapai 2,56 juta orang.

Dibidang jasa kesehatan pemerintah (rumah sakit dan puskesmas) sebanyak 864 ribu orang tercipta lapangan pekerjaan di tahun 2016. Dan akan meningkat di tahun 2021 menjadi 1,34 juta orang , dan di sektor industri farmasi, lapangan kerja tercipta sebanyak 27,2 ribu orang di tahun 2016, sehingga potensi meningkat menjadi 42,5 ribu orang pada tahun 2021. Untuk industri makanan dan minuman sebanyak 34,1 ribu orang di tahun 2016, diprediksi juga akan meningkat pada tahun 2021 sebanyak 34,1 ribu orang. (tim PBOKe)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!