Portal Berita Papua Barat

2018, Program Padat Karya Cash Sebesar Rp.11,2 Triliun Dari Presiden, “Bisa Langsung di Rasakan Masyarakat Desa”

0 8
Program Padat Karya Cash
Program Padat Karya Cash – Mentri PUPR, Basuki Hadimuljono saat bersama Presiden Joko Widodo (Foto: Istimewa)
Jakarta, Papuabaratoke.com – Program Padat Karya Cash. Program padat karya cash tahun 2018 telah dialokasikan anggaran sebesar Rp. 11,2 Triliun, oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Program Padat Karya ini ada satu kebijakan Presiden Joko Widodo, dengan tujuan mendorong daya beli masyarakat, khususnya di kelas bawah dengan memanfaatkan alokasi dana desa.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati juga mengatakan, alokasi dana desa yang telah ditetapkan pemerintah dalam APBN bisa dinikmati langsung oleh masyarakat.

Terkait program padat karya cash. Di lansir dari detik finance (detik.com), Mentri  PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, “padat karya telah kita siapkan Rp. 11,2 triliun terdiri dari, irigasi, cipta karya, jalan jembatan rumah, kotaku, sanimas, pamsimas kata Hadimuljono di kompleks Istana, Jakarta, Jumat (3/11/17).

Dia menyebutkan, dari total anggaran Rp 11,2 triliun untuk program padat karya ini nantinya mampu menyerap 263.646 orang tenaga kerja dengan belanja upah yang mencapai Rp 2,4 triliun dari total alokasi.

“Dan ini dibayar harian,” tambah dia. Dengan anggaran Rp 11,2 triliun, akan menciptakan 20,5 juta hari orang kerja (HOK) dengan estimasi satu orang bekerja selama 22 hari, maka akan menciptakan 263.646 tenaga kerja dengan gaji per bulan sebesar Rp 3,3 juta atau Rp 100 ribu sampai Rp 160 ribu per orang per hari.

“Artinya kalau hari orang kerja sebulan 22 hari atau 25 hari asumsinya per bulan, 263.646 orang atau Rp 3,314 juta per bulan per orang dibayar harian atau mingguan,” jelas dia.

Mengenai program pembangunannya, antara lain terdapat proyek program percepatan peningkatan tata guna air irigasi (P3-TGAI) dengan nilai Rp 1,1 triliun dengan belanja upah Rp 379,7 miliar di 5.000 lokasi, tenaga kerja yang terserap 62.400 orang.

Proyek OP irigasi nilainya Rp 1,6 triliun dengan belanja upah Rp 664,2 miliar dengan 4.754 kegiatan dan menyerap tenaga kerja 53.136 orang. Lalu pemeliharaan rutin jalan dan jembatan dengan nilai Rp 986,7 miliar, belanja upahnya Rp 418,5 miliar di 44.366 km, 397.657 meter jembatan dan menyerap 26.151 orang.

Rumah Khusus nilai anggarannya Rp 699,2 miliar dengan belanja upah Rp 157,3 miliar di 4.550 unit dan mampu menyerap 6.390 orang tenaga kerja. Lalu sektor Cipta Karya dengan nilai Rp 3,5 triliun dengan belanja upah Rp 800,6 miliar dan menyerap tenaga kerja sebanyak 115.569 orang. (PBOKe)

sumber: detik.com
Comments
Loading...
error: Content is protected !!