Portal Berita Papua Barat

Bahan Makanan Picu Peningkatan Inflasi Di Papua Barat

0 21

Manokwari, Papuabaratoke.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Papua Barat melaporkan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau laju inflasi bulan Juli 2017 sebesar 0,52 persen month to month (mtm). Adapun inflasi secara tahunan pada Juli 2017 sebesar 2,16 persen (year on year/yoy).

Kepala BPS Papu Barat Sri Endang Retno Subiyandani, S.Si, MM, mengatakan inflasi di Papua Barat dipicu kenaikan harga, berkat kenaikan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran. Diantaranya, kelompok bahan makanan 1,92 persen, kelompok kesehatan 0,33 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,21 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga 0,04 persen, kelompok sandang 0,03 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,02 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan adalah kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan -0,81 persen.

“Inflasi dipengaruhi kenaikan indeks sub kelompok bumbu-bumbuan, sub kelompok sayur-sayuran, sub kelompok ikan segar, sub kelompok ikan diawetkan,” ujarnya, Selasa (1 Agustus 2017) di kantor BPS Papua Barat. Sementara, beberapa sub kelompok yang mengalami deflasi yaitu sub kelompok lemak dan minyak -1,56 persen, sub kelompok transpor -1,06 persen, sub kelompok daging dan hasil-hasilnya -0,72 persen. Kemudian sub kelompok kacang-kacangan -0,19 persen, serta sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air -0,10 persen. (THX/PBOKe)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!