Portal Berita Papua Barat

BI: Waspada Papua Barat Jadi Target ‘Pasar’ Uang Palsu

0 26
Papua Barat Jadi Target ‘Pasar’ Uang Palsu
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat, Agus Hartanto
Manokwari, Papuabaratoke.comPapua Barat Jadi Target ‘Pasar’ Uang Palsu.  Peredaran uang palsu mulai masuk ke Wilayah Provinsi Papua Barat. Meski sebatas kasuistis, hal ini perlu diwaspadai oleh pemerintah daerah, aparat penegak hukum dan masyarakat. Sehingga, Papua Barat tidak menjadi target ‘pasar’ uang palsu.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua Barat, Agus Hartanto, Sabtu (30/9/2017) mengungkapkan, sejumlah uang palsu ditemukan. Ia mengatakan, pada 2015 lalu, pihaknya juga telah menemukan uang palsu. Sayangnya, jumlah dan pecahanan uang rupiah palsu itu tidak dibeberkan.

“Uang palsu tersebut diperoleh dari setoran pihak perbankan dan transaksi penukaran langsung masyarakat ke BI. Supaya masyarakat mewaspadai bahwa uang palsu sudah mulai ada di sini (Papua Barat). Lebih berhati-hati saat bertransaksi supaya tidak menjadi korban karena uang palsu itu tidak diganti, kalau menemukan kan rugi,” ujarnya.

Agus mengimbau, jika mencurigai dan menemukan uang palsu masyarakat harus segera melaporkannya kepada pihak Kepolisian. Dengan demikian, bisa dicegah agar daerah ini tidak menjadi pasarnya orang-orang yang tidak bertanggungjawab.
“Masuknya orang dari luar ke Papua Barat bisa menjadi celah ada yang mau coba-coba, kalau masyarakat nggak ngeh bisa saja daerah ini jadi pasar. Ini yang kita khawatirkan,” tuturnya.

Agus mengakui, telah melakukan berbagai upaya untuk mencegah peredaran uang palsu. Diantarnya, sosialiasi mengenai ciri-ciri keaslian uang rupiah kepada pelajar, mahasiswa, dan masyarakat supaya lebih waspada.
“Kita akan lebih intens sosialisasi. Kita mulai sosialisasi ke anak-anak sekolah, mahasiswa, kasir-kasir di toko, pemerintahan. Kita akan lebih intens lagi,” ujarnya lagi

Agus menambahkan, sudah ada ketentuan di tingkat perbankan mengenai pencegahan peredaran uang palsu. yakni jika ditemukan uang palsu, uang itu harus ditahan dan yang menyerahkannya untuk didata. Ini dilakukan agar menjadi bahan bagi kepolisian untuk mendeteksi.

Baca Juga:  Rp 1,4 Triliun Siap Dikucurkan Dorong Pembangunan Jalan dan Jembatan

“Kita juga sudah menginstruksikan agar teman-teman perbankan lebih selektif pada waktu menerima setoran dari masyarakat. Koordinasi dengan pihak kepolisian berjalan baik. Kita mengimbau kepada masyarakat jika ada menemukan uang palsu agar dilaporkan ke pihak kepolisian supaya bisa gampang menelusurinya,” pungkasnya. (ARF/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com