Portal Berita Papua Barat

Nelayan Raja Ampat Terbanyak Ikut Asuransi Nelayan, Manokwari dan Tambrauw Nihil

0 59
Nelayan Raja Ampat Terbanyak Ikut Asuransi
Nelayan Raja Ampat Terbanyak Ikut Asuransi – Kepala Kantor Penjualan (KP) PT Jasindo Manokwari Muhammad Arif Akbar. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Nelayan Raja Ampat Terbanyak Ikut Asuransi.   Realisasi program asuransi nelayan di Kabupaten Raja Ampat tahun 2016 cukup baik. Keberhasilan ini ditunjukan dengan penerbitan kartu asuransi yang mencapai 2.247 dari target 3.314.

Kepala Kantor Penjualan (KP) PT Jasindo Manokwari Muhammad Arif Akbar mengatakan implementasi program asuransi nelayan sanat ditentukan oleh kelengkapan data di tiap daerah.
“Kita sangat terbantu oleh dinas kelautan dan perikanan di tiap daerah yang memberikan data. Tetapi data nelayan yang masuk harus diverifikasi ulang, kalau tidak lengkap kita kembalikan,” kata Akbar.

Selain data, lanjut Akbar, akses transportasi ke beberapa daerah di Papua Barat masih menjadi kendala. Misalnya, di Kabupaten Kaimana dan Fak-fak.  Di Kabupaten Manokwari dan Tambrauw, tahun 2016 sama sekali tak ada kartu asuransi yang diterbitkan. Padahal masing-masing kabupaten ditarget sebanyak 1.433 dan 69 nelayan.

Berdasarkan data PT Jasindo, tahun 2016 kabupaten dengan jumlah penerbitan kartu asuransi di kabupaten Sorong mencapai 138 kartu dari target 479 nelayan.

Baca Juga:  Sebanyak 12.944 Nelayan di Papua Barat Tercover Asuransi

Adapun kabupaten Sorong Selatan, jumlah kartu yang diterbitkan sebanyak 2.070 dari target 2.189, kabupaten Fak-fak 336 kartu dari target 1.740, kabupaten Teluk Bintuni sebanyak 184 kartu dari target 194.
Berikutnya, kabupaten Teluk Wondama, kartu yang diterbitkan mencapai 273 dari target 231 nelayan, ada terjadi peningkatan. Dan, kabupaten Kaiman sebanyak 179 kartu dari target 603.

Sepanjang 2016-2017, sebanyak 12.944 nelayan se-Papua Baat telah tercover asuransi nelayan. “Total premi yang terhimpun tahun 2016 mencapai 1,5 miliar rupiah. Klaim asuransi yang kita bayarkan sebesar Rp1,9 miliar,” ungkap Akbar.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com