Portal Berita Papua Barat

Papua Barat Alami Deflasi -0,62 Persen

0 4

Manokwari, Papuabaratoke.comBadan Pusat Statistik (BPS) mencatat terjadi deflasi di Agustus 2017 di Papua Barat adalah -0,62 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 127,64. Dari 82 kota IHK, tercatat 35 kota mengalami inflasi dan 47 kota mengalami deflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Lhokseumawe 1,09 persen dan terendah terjadi di Batam 0,01 persen. Sedang kan deflasi tertinggi terjadi di Ambon -2,08 persen terendah terjadi di Samarinda -0,03 persen,” kata Kabid Bidang Statistik Distribusi BPS Provinsi Papua Barat, Hendra Wijaya, Senin (4/9/2017).

Kata Hendra, deflasi dipicu adanya penurunan harga yang ditunjukan oleh penurunan indeks pada beberapa kelompok pengeluaran yakni, kelompok makanan -1,63 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan -0,86 persen serta kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar -0,02 persen.

“Tingkat inflasi tahun kalender 2017 sebesar 1,53 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Agustus 2017 terhadap Agustus 2016 sebesar 1,35 persen,” tuturnya.
Hendra melanjutkan, kota –kota IHK di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua berjumlah 18 kota, pada Agustus 2017 tercatat enam kota mengalami inflasi dan 12 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Mamuju 0,42 persen dengan IHK 129,54 dan terendah terjadi di Palopi dan Palu 0,05 persen dengan IHK 127,53 dan 132,23.

Adapun di tingkat nasional deflasi terjadi sebesar 0,07 persen dengan IHK sebesar 129, 91. Inflasi tahun kalender tercatat 2,53 persen dan inflasi tahun ke tahun 3,82 persen. (ARF/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!