Portal Berita Papua Barat

Protes, Pedagang ‘Hambur’ Sayur di Jalan

1

Wasior, Papuabaratoke.com – Pedagang sayur-sayuran di Pasar Sentral Iriati, Rabu (23 Agustus), menggelar aksi protes dengan berjualan di jalan masuk menuju kompleks pasar. Aneka jenis sayuran milik pedagang sengaja dihampar diatas aspal jalan.

Aksi ini dilakukan sebagai ungkapan kekecewaan sebab masih banyak pedagang yang tetap berjualan di Pasar Soyar Wasior maupun Pasar Sore di Waskam. Sejak peresmian Pasar Iriati, tanggal12 April lalu, sudah ada keputusan agar semua pedagang dipindahkan ke pasar baru.
Pedagang menuntut sikap tegas Pemkab Teluk Wondama, untuk segera memindahkan seluruh pedagang ke pasar Iriati.

“Orang tidak ada yang datang beli di pasar Iriati karena masih banyak yang jual di Pasar Soyar dan Pasar Sore. Kami disini rugi karena barang tidak laku,” ucap Mama Mina Marani, penjual sayur.
Mereka mendesak Pemda membuktikan janjinya untuk memindahkan semua pedagang. Sebelumnya, Pemda berjanji akan memindahkan semua pedagang usai Lebaran.

 

“Sekarang sudah dua bulan lewat tapi belum ada juga. Malah yang sudah jual disini turun lagi ke bawah (ke Soyar dan Pasar Sore),” lanjut dia.
Secara berbeda, Wakil Bupati, Paulus Indubri, langsung melakukan pertemuan di Aula Kantor BAPPEDA. Hadir dalam pertemuan, Wakapolres Kompol Japari Artata, Danramil Wasior, Mayor Inf Andri Risnawan, Kepala Distrik Wasior, Antonius Alex Marani dan juga Ketua LMA, Yulius Torey.

Beberapa poin yang disepakati adalah seluruh pedagang akan dipindahkan ke pasar Iriati. Untuk pasar sore, Wabup memberi batas waktu hingga Jumat (25 Agustus 2017) sore.
“Khusus pedagang yang non Papua dikasih waktu sampai Jumat sore. Untuk sementara waktu, Pasar Sore hanya untuk mama-mama Papua, sambil nanti dilakukan pendekatan lagi,” terang Kepala Distrik Wasior dihubungi via ponsel. Sementara, untuk Pasar Soyar karena lahannya bukan milik Pemda, akan kembali dikounikasikan dengan pemilik lokasi. (VIO/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!