Portal Berita Papua Barat

Sebanyak 12.944 Nelayan di Papua Barat Tercover Asuransi

0 48
12.944 Nelayan di Papua Barat Tercover Asuransi
12.944 Nelayan di Papua Barat Tercover Asuransi – Kepala Kantor Penjualan (KP) PT Jasindo Manokwari Muhammad Arif Akbar. (Foto: Razid Fatahuddin/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – 12.944 Nelayan di Papua Barat Tercover Asuransi.  Program asuransi nelayan di Provinsi Papua Barat sepanjang tahun 2016-2017 terealisasi sebesar 60,48 persen atau sebanyak 12.944 nelayan dari total target 15.996.

Total premi yang terhimpun tahun 2016 senilai Rp1,5 miliar lebih. Sementara, pembayaran klaim asuransi menembus angka Rp1,9 miliar. Di Papua Barat masih terdapat 3.052 nelayan atau 30,52 persen yang belum terover asuransi ini.

Kepala Kantor Penjualan (KP) PT Jasindo Manokwari Muhammad Arif Akbar mengatakan kepesertaan asuransi nelayan dilakukan sesuai data yang diajukan oleh dinas kelautan dan perikanan di kabupaten/kota.
“Kami verifikasi lagi data-data nelayan itu. Jika lengkap maka, kartu asuransi nelayan baru dapat diterbitkan. Yang tidak lolos kita kembalikan ke dinas di masing-masing daerah,” kata Akbar, Rabu (14/3/2018).

Program asuransi nelayan digulirkan sejak 2016. Asuransi ini disubsidi 100 persen oleh pemerintah. Kata Akbar, asuransi nelayan ini hanya bisa diakses oleh nelayan yang terhimpun dalam kelompok nelayan yang menjadi binaan Dinas Kelautan dan Perikanan di kabupaten dan kota.

Baca Juga:  Nelayan Raja Ampat Terbanyak Ikut Asuransi Nelayan, Manokwari dan Tambrauw Nihil

“Tahun 2018 belum ada target, karena informasinya akan diluncuran simantep atau asuransi nelayan mandiri, asuransi nelayan ini tidak akan disubsidi lagi. Tapi kita belum tahu finalnya seperti apa? Masih tunggu instruksi dari kantor pusat,” ujarnya.

Dikatakan manfaat asuransi nelayan sangat baik. Dengan hanya membayar premi sebesar Rp175 ribu per tahun. Nelayan mendapatkan manfaat asuransi sampai dengan Rp200 juta.

“Jika terjadi kecelakaan (maaf) kematian, ahli waris bisa menerima santunan sebesar 200 juta rupiah. Kecelakaan terjadi di darat pun masih dapat santunan Rp20 juta,” terang Akbar seraya mengatakan manfaat lain asuransi ini, nelayan bisa menjadikan jaminan untuk akses KUR.

Menurut Akbar konsumsi informasi mengenai program asuransi nelayan di kalangan nelayan masih perlu ditingkatkan. “Informasi cukup diketahui tetapi konsumsi informasi belum maksimal perlu komunikasi lebih lanjut. Dalam hal data nelayan, kami sangat dibantu oleh dinas,” ujarnya lagi.

Penulis : Razid Fatahuddin
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com