Portal Berita Papua Barat

Terus Merugi, Pedagang Kesal Dan Siap Tinggalkan Pasar Iriati

0 6
Pedagang Kesal Dan Siap Tinggalkan Pasar Iriati
Pedagang Kesal Dan Siap Tinggalkan Pasar Iriati

Wasior, Papuabaratoke.comPedagang Kesal Dan Siap Tinggalkan Pasar Iriati.  Aktivitas jual-beli di Pasar Soyar maupun di Pasar Sore Waskam, menimbulkan kekesalan bagi para pedagang di Pasar Sentral Iriati Wasior.

Jika dalam waktu dekat Pemkab Wondama tak mampu memindahkan semua pedagang ke Pasar Sentral Iriati, pedagang di Pasar Iriati sepakat dan mengancam akan kembali berjualan di kedua pasar tersebut.

“Berulang kali pemda janji kasih pindah semua pedagang di Iriati, tapi mana ?, sampai sekarang mereka tetap jualan di bawah. Kalau memang pemerintah tidak mampu, ya sudah kami pedagang di sini yang kembali ke bawah (Pasar Soyar),” ungkap Rudi, pedagang ikan Pasar Iriati, Rabu (13/9/2017).

Sejak pindah ke Iriati bulan Mei lalu, ia bersama rekannya sesama penjual ikan yang lain tidak menikmati keuntungan. Yang ada, mereka merugi lantaran tidak banyak ikan yang laku terjual.

“Bandingkan waktu di Pasar Soyar dan disini, itu seperti bumi dan langit. Dulu satu hari tidak lari dari 1 Juta Rupiah bisa dapat. Disini, kita tekor terus. Ikan buang terus jadi terpaksa uang simpanan kita pakai untuk beli ikan baru lagi,” bebernya.

Pedagang Kesal Dan Siap Tinggalkan Pasar Iriati
Pedagang Kesal Dan Siap Tinggalkan Pasar Iriati

Senada, Nenong, pemilik los kosmetik, juga mengaku modalnya sudah terkuras habis untuk menutupi operasional sehari-hari. “Semua pedagang rugi karena tidak ada yang belanja di sini. Makanya kalau pedagang dari bawah tidak ke sini, kita sudah yang pulang ke bawah. Kita ini patuh dengan aturan, makanya pindah, tapi pedagang disini yang sepertinya dikorbankan,” ucapnya kepada PBOke.

Kepala Kampung Iriati, Bartolomeus Marani, mengaku prihatin dengan situasi yang dialami pedagang. Dia mendesak instansi terkait  segera memindahkan semua pedagang ke pasar Iriati.

“Kalau memang pemda tidak mampu kasih pindah pedagang semua kesini, sebagai pemilik ulayat lebih baik Pasar Iriati ini ditutup dan dijadikan aset pribadi saja. Pedagang kasih kembali ke Soyar,” tegasnya.

Pemkab melalui Dinas Perindagkop sudah beberapa kali menyatakan akan mengambil langkah tegas berupa pemindahan paksa terhadap pedagang yang tetap berjualan di pasar Soyar maupun pasar Sore. Namun, sejak Pasar Iriati diresmikan tanggal 12 April lalu, hingga kini penertiban yang dijanjikan itu belum juga terealisasi. (VIO/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!