Portal Berita Papua Barat

Wakil Ketua DPRD Fakfak Pertanyakan Soal Internal DPRD Naik Tahap II Kejaksaan

0 196
Pertanyakan Soal Internal DPRD
Pertanyakan Soal Internal DPRD – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak, Samuel Hegemur. (Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Pertanyakan Soal Internal DPRD.  Wakil Ketua DPRD Kabupaten Fakfak Samuel Hegemur mempersoalkan permasalahan pengrusakan kaca jendela Sekwan sampai ke ranah polisi.

Padahal persoalan tersebut merupakan masalah internal di dalam sekwan dan lembaga DPRD yang telah diselesaikan melalui tahapan. Akan tetapi kenapa persoalan tersebut dinaikan sampai ke polisi dan lanjutkan tahap II di Kejaksaan Negeri Fakfak.

Menurut Wakil Ketua DPRD Fakfak Samuel Hegemur bahwa persoalan memecah jendela kaca lantaran hak anggota dewan tak dibayarkan. Bahkan persoalan internal itu telah diselesaikan secara internal dan kesepakatan bersama antara sekwan (korban) dan wakil ketua DPRD serta anggotanya (pelaku).

Dengan kesepakatan itu, maka secara internal sudah tak ada masalah. Adapun kronologis, kata Hegemur kepada papuabaratoke.com, Kamis (14/3/2018) mengatakan bahwa hak mereka tidak diproses untuk dibayar sehingga selaku wakil ketua DPRD berhak pertanyakan kepada sekwan, namun pada saat itu diakui bahwa sedikit emosi sehingga tanpa kontrol maka kaca jendela dipecahkan pada tanggal, 31 Agustus 2017 lalu. Padahal upaya menghubungi sekwan dan bendahara sekwan.

Padahal penyelesaian internal antara korban dan pelaku telah selesai melalui proses penyelesaian, di antaranya melalui sidang kode etik badan kehormatan DPRD Fakfak dan menghadirkan korban Plt Sekwan DPRD Fakfak Abdul Jabar Uswanas (korban), Eduard Budiman Go (pelaku) dan wakil ketua DPRD Fakfak Samuel Hegemur (pelaku).

Dimana bentuk putusan sidang kode etik BK DPRD Fakfak yang dipimpin ketua BK DPRD M. Sunardi dan wakil BK Baguna Palisoa. Pertama, pelaku diwajibkan menggantikan semua kerusakan. Dan kedua, memberikan teguran lisan pertama kepada Samuel Hegemur dan Eduard Budiman Go.

Kemudian sesuai dengan kesepakatan yang diseratakan berita acara pada tanggal, 21 Desember 2017 lalu dan tertera dengan materai stempel 6000, kedua pelaku telah sanggup memperbaiki jendela kaca yang dipecahkan dan disaksikan langsung oleh korban (Plt. sekwan). Bahkan ada surat perdamaian di antara kedua bela pihak yang telah dibuat.

Tidak hanya sidang kode etik BK DPRD dan surat perdamaian dan perbaikan kerusakan jendela kaca. Namun persoalan tersebut diselesaikan juga di dewan adat Mbaham Matta Fakfak pada tanggal, 2 Maret 2018. Bahkan terdapat tiga putusan dari dewan adat setempat berdasarkan SK No: 30/EXT-DEAMAFA/III/FF/2018. Dimana pada intinya dewan adat melihat secara norma adat telah diselesaikan, maka dewan adat anggap masalah tersebut sudah selesai.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Lanjutnya, sekarang ini sengketa masalah tersebut sudah sampai ke kejaksaan dan tahap II, namun kedua pelaku telah ditetapkan sebagai tahanan kota sambil menunggu proses sidang berlangsung nanti.

Hegemur menambahkan, ketika masalah ini sudah sampai ke tahap kejaksaan, maka sebagai warga Negara tetap mengikuti tahapan dimaksud. Hanya saja perlu diketahui bahwa ada pertimbangan lain yang sebenarnya dilihat dalam persoalan tersebut.

Penulis : Hanas Warpur
Eding : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!