Portal Berita Papua Barat

Advokad Desak Polda Papua Barat Usut Tuntas Kasus Korupsi di Raja Ampat

0 63
Kasus Korupsi di Raja Ampat
Kasus Korupsi di Raja Ampat.(Foto: kpk-news.com)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Kasus Korupsi di Raja Ampat. Salah seorang advokad muda Papua di Manokwari Provinsi Papua Barat, Herdi Rumbewas mendesak Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Rudolf Albert Rodja agar menyelesaikan beberapa persoalan indikasi kasus korupsi yang hingga saat ini belum dituntaskan.

Adapun kasus korupsi menurut Herdi Rumbewas, yakni proyek infrastruktur di Kabupaten Raja Ampat, seperti jalan lingkar Waigeo, normalisasi kali Waisai, dan indikasi penyalahgunaan APBD Raja Ampat.
Kasus-kasus tersebut menurut Rumbewas sangat mandek, padahal indikasi kerugian negara jalan lingkar Waigeo itu berkisar Rp. 100 miliar dari sumber APBN kepada pemda Raja Ampat, namun ditemukan adanya tender proyek tersebut tidak melalui proses lelang, bahkan terkesan Polda tertutup dengan kasus korupsi tersebut.

“Proyek jalan lingkar Waigeo pada tahun anggaran 2013 dan 2015 dengan sumber APBN, dimana ada indikasi kerugian negara kami desak kepadaKapolda Papua Barat untuk mengusut kasus korupsi tersebut,” ucap Rumbewas saat jumpa pers, Kamis (21/12).

Selanjutnya, untuk proyek normalisasi kali di Waisai Raja Ampat senilai Rp. 3,5 miliar yang bersumber dari APBN tahun anggaran 2016. Oleh sebab itu, Rumbewas berharap Polda Papua Barat melakukan penyelidikan terhadap pengelolan APBD tahun 2016. Sebab ia menilai sarat penyelewengan dengan kerugian negara yang sangat besar.

Dalam penungkapan kasus korupsi, tegas dia bahwa stop membedakan sebab kasus korupsi Sousistem di Fakfak tersangkanya sudah ditahan menjalani hukuman, sedangkan tersangka lainnya seperti mantan Bupati Sorong Selatan Otto Ihalauw belum juga ditahan.

Dirinya mengatakan, pengungkapan sejumlah kasus korupsi di wilayah Papua Barat terkesan ada kejangalan. Bahkn adanya skenario yang mencoba dimainkan oleh kelompok tertentu yang mempunyai kepentingan dalam kasus tersebut.

Baca Juga:  Tim Study Kelayakan Segera Kunjungi Rumah Sakit Bhayangkara Manokwari

Tidak hanya membedakan proses hukum namun terindikasi tebang pilih dalam pengungkapan kasus korupsi. Padahal dua kasus korupsi di kabupaten Fakfak dan Sorsel sudah ditetapkan tersangkanya, namun hingga sampai sekarang dua kasus itu tidak ditindaklanjuti agar melakukan penhanan kedua pejabat publik tersebut. Dirinya berharap Polda Papua Barat serius tangani kasus korupsi agar kepercayaan rakyat kepada polisi tetap solid.

 

Penulis: Hanas Warpur
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!