Portal Berita Papua Barat

Aksi Koboy Oknum Aparat Hingga Peluru Tembus Perut Nelayan di Jembatan Puri Sorong

0 241
Peluru Tembus Perut Nelayan
Peluru Tembus Perut Nelayan – FK (28) salah seorang warga nelayan Klademak Jalan Baru menjadi korban aksi brutal koboi para oknum TNI dan Polri di sekitar pantai bagian pasar ikan Jembatan Puri Klademak III, Kelurahan Klaligi, Kota Sorong, Rabu (13/6/2018) pagi. (Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.comPeluru Tembus Perut Nelayan.  Kasus dugaan pelanggaran HAM kembali terjadi kepada orang asli Papua, khususnya nelayan di wilayah Sorong, Provinsi Papua Barat.

Aksi koboy ini diduga menggunakan senjata api yang dilakukan oleh dua oknum aparat. Yakni S dari Satuan Brimob dan yang satunya dari oknum TNI. Demikian pengakuan korban berinisial FK (28) saat dirawat di RS AL Sorong, Papua Barat, Rabu (13/6/2018).

FK (28) salah seorang warga nelayan Klademak Jalan Baru menjadi korban aksi brutal koboi para oknum TNI dan Polri di sekitar pantai bagan pasar ikan Jembatan Puri Klademak III, Kelurahan Klaligi, Kota Sorong, Rabu (13/6/2018) pagi.

Untuk diketahui bahwa lokasi kejadian di Jembatan Puri Sorong, Papua Barat, sekira pukul 06.00 WIT. Dan menurut pengakuan korban sesuai kronologis yang menimpanya menyebutkan bahwa, oknum S selalu melarang korban dan rekannya untuk bekerja. Bahkan oknum anggota itu mengaku berjaga di lokasi tersebut, sampai-sampai setiap satu perahu nelayan, oknum anggota itu meminta agar menyetor Rp 300 ribu sekali sandar dan membongkar ikan di atas jempatan puri.

“Jadi saat saya mau beli ikan, oknum aparat itu taruh senjata di saya punya kepala, bahkan bukan saja itu tetapi kedua oknum aparat itu pukul saya. Tapi saya sempat melawan dan lari selamatkan diri sampai saya ditembak di bagian perut dan ditoki dengan popor senjata di bagian kaki,” ungkap korban.

Baca Juga:  Oknum Anggota Brimob Tembak Nelayan, Kapolda PB Diminta Tindak Tegas

Kata korban, saat itu ia lompat ke dalam air menyelamatkan diri sehingga bisa selamat dari aksi tembak oknum berlaga koboi tersebut.

“Padahal oknum aparat itu beberapa kali menembak, tapi peluru mengenai bagian perutnya,” bebernya lagi.

Lanjutnya, saat kejadian oknum TNI yang sempat memukuli wajahnya sudah lari dari lokasi kejadian, sedangkan oknum anggota Brimob berada di tempat dan menggunakan senjata untuk menembak sembarangan.

Menyikapi adanya aksi koboi oknum aparat itu, Ketua DAP Wilayah III Doberay Paul Finsen Mayor mengaku kecewa dengan tindakan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota Brimob dan oknum anggota TNI di pelabuhan jembatan puri Kota Sorong, Rabu pagi. Tindakan itu justru menambah daftar dugaan pelanggaran HAM berat kepada orang asli Papua.

Dengan demikian, ia meminta kepada kedua oknum tersebut agar ditindak sesuai hukum yang berlaku. Bila perlu kata dia, diproses hukum dan dipecat dari satuan masing-masing, sebab telah mencoreng nama kesatuan masing-masing.

“Hukum dan dipecat dari kesatuannya, sebab telah mencederai Institusinya. Kami mendesak dijatuhi hukuman seberat beratnya dan jangan ada pilih kasih dalam kasus ini, sebab kami mau lihat sejauh mana keseriusan aparat keamanan dalam memproses kasus ini,” ungkap Mayor usai mendatangi korban di RS AL Sorong.

Dia menambahkan bahwa saat ini lagi dilakukan aksi di beberapa daerah termasuk Kota Sorong, terkait kasus HAM Wasior berdarah, dan hari ini, juga terjadi penganiayaan oleh oknum aparat keamanan terhadap warga sipil khususnya nelayan.

Penulis : Hanas Warpur
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com