Portal Berita Papua Barat

Aneh, Penyidik Salah Catut Nama Calon TSK

0 1

Manokwari, Papuabaratoke.comPenyelidikan dugaan penyimpangan proyek Rektorat Universitas Papua (Unipa), oleh Penyidik Direktorat Kriminal Khusus (Dit Reskrimsus) Polda Papua Barat, menimbulkan pertanyaan publik.

Hal ini menjadi aneh karena sebelumnya teradapat insial satu oknum yang sempat muncul dipermukaan dalam pemberitaan sejumlah media. Sejalan dengan proses itu, belakangan justru Polda kembali merilis bahwa oknum tersebut tidak berkaitan dengan proses penyelidikan yang sedang dilakukan.

Pengamat hukum dan akademisi, Filep Wamafma, S.H, M.Hum, menilai apakah hal ini merupakan penyelidikan atau hanya berupa ‘gertak sambal’ yang dilakukan penyidik.
“Mencatut nama orang kemudian dicabut kembali, menjadi sesuatu yang membuat publik menilai Polda tidak transparan, atau ada indikasi ‘main mata’.,” ujarnya di Manokwari, Selasa (29 Agustus 2017).

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=-b8tPB7x5KE[/embedyt]

 

Ia memint Polda mengklarifikasi atau mencabut nama yang bersangkutan (oknum) dari proses penyelidikan proyek Rektorat Unipa. Hal ini dinilai jelas merugikan banyak orang terutama Mahasiswa dan Akademisi.
Lanjutnya, kasus ini bahkan belum sampai ke ke Kejaksaan atau Pengadilan, namun sudah dinyatakan tidak terlibat. Bahkan, sampai saat ini kasus tersebut belum dituntaskan hingga ke pengadilan.

“Jangan sampai ada indikasi ‘main mata’ dalam sejumlah kasus korupsi yang tiba-tiba hilang begitu saja,” singgungnya.
Terpisah, Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, S.H, juga pernah meminta
Direskrimsus Polda Papua Barat, menindak-lanjuti dugaan penyalahgunaan keuangan dan penyalahgunaan kewenangan dalam kasus proyek pembangunan Rektorat Unipa Manokwari. (ARN/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!