Portal Berita Papua Barat

Dialog Bersama Jubir OPM Sebby Sambom, Berikut isi Dialognya Selengkapnya

0 2.200

- Advertisement -

(foto istimewa)
Papuabaratoke.com – Sebanyak 31 orang karyawan di PT Istaka Karya yang mengerjakan proyek pembangunan  jalan dan jembatan di kabupaten Nduga, jadi korban penembakan kelompok Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM), 24 diatara nya meninggal dunia danlainya berhasil melarikan diri.

Menurut Sebby mereka adalah salah satu militer terbaik di dunia?, karena memiliki 29 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) dari setiap Kodap berjumlah 2500 personel jika kita kalikan dari 29 Kodap maka lebih kurang 72 ribu total personel TPNPB-OPM

Juru bicara OPM Sebby Sambom akhirnya buka suara. Dikutip dari jawapos.com, juru bicara TPNPB-OPM. Berikut dialog selengkapnya bersama Ilham Dwi Wancoko dan Sebby Sambom yang tim Papuabaratoke.com rangkum.

Bagaimana Kabar Bang Sebby?

Baik

Apa yang membuat TPNPB-OPM itu yakin bahwa pekerja proyek itu adalah intelejen dari TNI?

Semua proyek yang mengerjakan jalan trans-Papua, yang mengerjakan TNI, hal itu merupakan rahasia umum di Papua.

Apakah pekerja itu melawan dengan senjata?

Iya, (sebby lalu mengirimkan sebuah video yang berisi pekerja barkaus loreng dan bersenjata laras panjang. Dalam video itu, mereka sedag berlindung di balik kendaraan proyek).

Berapa pekerja yang ditembak mati?

24 orang

Awal mula penyerangan, apakah karena ada pekerja yang mengambil foto saat upacara 1 Desember?

Itukan versi TNI dan Polri. Kami menyerang secara terencana, setahun lalu kami juga menyerang proyek pembangunan.

Adakah pekerja yang disandera?

Tidak ada, semua tewas. Kami menyerang proyek dan sebuah pos TNI. Kami yang bertanggung jawab.

Bukankah proyek itu untuk menyejahterakan rakyat Papua?

Kami tidak membutuhkan pembangunan. Yang kami butuhkan adalah kesempatan menentukan nasib sendiri dengan referendum.

Ada warga sipil yang diketahui menjadi korban, bagaimana itu?

Baca Juga:  Polda PB Didesak Beberkan Dugaan Korupsi 4,5 M Di Dinas Perumahan Rakyat

Jika mengetahui ada warga sipil, tentu kami tidak akan melukai. Bila benar ada warga sipil menjadi korban, tentunya itu tanggung jawab TNI. Seharusnya serahkan semuanya ke sipil. Selama ada TNI, kami serang.

Bagaimana bila pemerintah melobi TPNPB-OPM?

Tidak ada lobi, yang ada bila mau ditempuh adalah perundingan tingkat tinggi. Dengan tiga pihak, Indonesia,TNPB-OPM, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Perundingan segi tiga untuk menentukan nasib rakyat Papua.

Mengapa begitu kerasnya ingin menentukan nasib sendiri?

TNI dan Polisi Indonesia ini memperlakukan kami seperti binatang. Banyak pelanggaran HAM yang terjadi di Papua. Pada 1977, ada pembantaian 500 ribu orang tua kami.

Berapa kekuatan TPNPB-OPM?

Kami memiliki 29 Komando Daerah Pertahanan (Kodap). Setiap Kodap memilik 2500 personel. Saya pastikan TPNPB-OPM merupakan militer kelas dunia.

Tapi, jumlah TNI kan lebih banyak, bagaimana itu?

Mereka boleh lebih banyak, tapi alam bersama kami. Hutan bersama kami, lembah bersam kam, dan kami tidak akan menyerah. Kami punya moto, saru buti senjata melawan seribu butir senjata.

Setelah ini apa yang akan dilakukan?

Serangan kami berlanjut hingga revolusi total. Saat ini masih revolusi tahapan serangan kecil ke titik-titik tertentu. Saat sampai revolusi tetap, semua warga non-Papua akan kami usir dari negeri ini.

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!