Portal Berita Papua Barat

Geledah Kantor Kesbangpol PB, Kejari Kantongi Bukti Kuat Jerat Calon Tersangka

0 1.137
Kantor Kesbangpol PB
Kantor Kesbangpol PB – Kasi Intel Kejari Manokwari, Abdi Reza Fachlewi SH.(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Kantor Kesbangpol PB.  Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, telah mengantongi bukti kuat menjerat calon tersangka dalam kasus kegiatan sosialisasi publikasi perdasi dan perdasus perekrutan anggota MRP-PB yang menggunakan APBD Papua Barat 2016 senilai Rp 1,9 Miliar.

Hal ini diungkapkan Kepala Kejari Manokwari, Agus Joko Santoso, melalui Kasi Intel Abdi Reza Fachlewi SH kepada awak media di ruang kerjanya pascah melakukan penggeledahan di Kantor Kesbangpol Provinsi Papua Barat, di kompleks perkantoran Gubernur Arfai, sekira pukul 11.00 WIT, Selasa (20/3/2018).

Reza mengatakan, penggeledahan yang dipimpin Kasi Pidsus, Muslim SH, dilakukan sebagai bagian tindakan penyidikan dan surat perintah penggeledahan atas kasus dugaan korupsi dana sosialisasi publikasi peraturan daerah provinsi (Perdasi) dan peraturan daerah khusus (Perdasus) perekrutan anggota MRP-PB.

“Penggeledahan yang telah kita lakukan adalah bagian pengembangan penyidikan dan sebagai bahan memperkuat beberapa alat bukti, yang kemudian akan kita gunakan dan lampirkan sebagai bukti di persidangan nanti,” cetusnya.

“Bukti kuat mengarah satu tersangka, tapi kita belum bisa beberkan Insialnya. Intinya bersangkutan siap dieksekusi, bahkan oknum itu tadi ada saat kita lakukan penggeledahan, secepatnya kita eksekusi,” tegas Reza.

Penggeledahan yang berlangsung sekira satu jam (Di kantor kesbangpol Provinsi Papua Barat, red) ini, dilakukan pada ruangan bidang perencanaa dan perbendaharaan dan serta ruang bidang politik dalam negeri.

“Dari penggeledahan, kita berhasil mengumpulkan satu koper dokumen. Dan akan kita pelajari lagi guna memperkuat bukti hasil penyidikan kami,” beber Reza.

Dimana dari hasil penggeledahan tersebut terang Reza, penyidik akan serahkan kepada pihak auditor untuk selanjutnya dari jumlah penggunaan dana sekitar Rp 1,9 miliar.

“Jadi hasil penggeledahan ini kita akan lanjutkan ke pihak auditor untuk dipastikan dari Rp 1,9 miliar itu, berapa jumlah pasti kerugian negara. Total anggaran dalam kasus ini adalah Rp 3,5 miliar yang penggunaannya atas beberapa bagian kegiatan,” cetus dia.

“Tapi dari penyelidikan kami, penggunaan untuk sosialisai dan publikasi hanya Rp 1,9 miliar. Diduga nilai laporan pertanggungjawabannya di markup (Dilaporkan lebih, red), dan banyak wujud laporan publikasi fiktif lainnya,” pungkas Reza menambahkan.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!