Portal Berita Papua Barat

Hina Profesi Wartawan, LP3BH Desak Polda PB Segera Proses Oknum Polisi dan 2 Oknum Pegawai Bandara

0 215
LP3BH Desak Polda PB
LP3BH Desak Polda PB – Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy.(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – LP3BH Desak Polda PB.  Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, mendesak Polda Papua Barat (PB) segera memproses seorang oknum polisi dan 2 oknum petugas Bandar Udara (Bandara) Rendani Manokwari yang diduga menghina profesi wartawan.

Dikatakannya, sebagai Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, mendukung penuh langkah jurnalis se-Manokwari dan Papua Barat dalam mempolisikan oknum anggota polisi dan 2 petugas Bandara Rendani-Manokwari tersebut.

Yakni pemilik akun facebook (fb) atas nama Widhiantara DTT, Yohanes Krey dan Kurube Welem WT yang telah diduga melakukan tindak pidana penghinaan terhadap profesi wartawan dan menyebar ujaran kebencian melalui medis sosial (Medsos) ke Polda Papua Barat.

“Sebagi Direktur Eksekutif LP3BH, dan selaku salah satu mantan wartawan Harian Cenderawasih Pos (Cepos) saya mendesak Kapolda Papua Barat dan jajaran penyidiknya untuk segera memproses laporan dugaan tindak pidana tersebut berdasarkan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1981 Tentang Hukum Acara Pidana (KUHAP) hingga sampai ke Pengadilan Negeri Manokwari,” kata Yan Christian Warinussy melalui siaran pers, Minggu (19/3/2018).

Ia mengatakan, meskipun Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi atas nama pimpinan dari oknum anggota polisi dari yang bertugas di Mapolres Manokwari ats nama I Nengah D. Widhiantara tersebut telah meminta maaf di media massa.

Namun kata dia, bahwa ditegaskan dalam prinsip hukum pidana, permintaan maaf tak menghapus pidana itu sendiri alias atas laporan yang dilayangkan jurnalis di Manokwari tersebut.

Baca Juga:  Oknum Polisi dan Oknum Petugas Bandara Rendani Resmi Dipolisikan

“Ini sangat dimungkinkan, karena tindakan oknum anggota Polres Manokwari dan 2 oknum petugas Bandara Rendani tersebut sudah menjurus ke tindak pidana menghambat kebebasan pers sebagaimana dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) sebagaimana diubah dengan Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016,” cetusnya.

Warinussy menegaskan, khususnya dalam konteks perlindungan profesi wartawan dalam menjalankan tugasnya termasuk saat meliput peristiwa insiden pesawat Batik Air di ujung landasan pacu (runway) Bandara Rendani, wartawan dilindungi dalam amanat pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Bahkan dalam menjalankan tugas-tugas jurnalistiknya, terangnya, jika ada pihak lain yang “sengaja” melarang atau menghalang-halangi wartawan tersebut, maka, anacaman hukumannya dalam bentuk pidana badan maupun pidana denda diatur di dalam Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Pers tersebut.

“Dengan demikian maka tindakan oknum anggota polisi dari Polres Manokwari bersama kedua pemilik akun facebook (fb) atas nama Yohanes Krey dan Kurube Welem WT tersebut telah jelas dapat dituntut pidana berdasarkan UU Pers dan UU ITE melalui proses hukum berdasarkan laporan polisi di Polda Papua Barat saat ini,” pungkasnya.

Sebagaimana diberitakan, oknum anggota polisi yang bertugas di Mapolres Manokwari berpangkat Brigpol, I Nengah D. Widhiantara dan 2 oknum petugas Bandara Rendani Manokwari, resmi dipolisikan oleh PWI Papua Barat, Jumat (16/3/2018).

Langkah ini ditempuh oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat, tentang dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan yang diunggah di akun facebook, sekira pukul 20.00 WIT, Kamis 15 Maret 2018.

Dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian tersebut diawali oleh unggahan akun facebook bernama Yohanis Krey yang memposting gambar berita oleh salah satu media cetak dengan judul, “Dihalangi Meliput, Jurnalis Nyaris Adu Jotos Dengan Petugas Bandara”.

Tak sebatas itu, akun facebook Yohanis Krey tersebut melengkapi unggahannya dengan kalimat yang dinilai mengandung hasutan dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan secara luas.

Unggahan tersebut, berhasil menarik 123 cuitan, 120 like dan 10 kali dibagikan oleh pemilik akun facebook lainnya, yang dinilai oleh PWI Papua Barat yang mengarah pada penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!