Portal Berita Papua Barat

Kajari : Sulitnya Eksekusi Terpidana DPO, Karena Kerap Dilindungi

0 82
Sulitnya Eksekusi Terpidana DPO
Sulitnya Eksekusi Terpidana DPO – Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari, Agus Joko Santoso, (Ke dua dari kanan), didamping Kepala Seksi Pidana Khusus, Muslim (Ke satu dari kanan) dan Kasi Intel, Abdi Reza Fachlewi, SH, (Ke satu dari kiri) dalam pres release penangkapan DPO Koni PB Albert Rombe (Kemeja putih mengenakan topi biru), Kamis (25/1/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Sulitnya Eksekusi Terpidana DPO.  Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Manokwari Agus Joko Santoso menyebutkan, pelaksanaan eksekusi para terpidana yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) kerap menjadi kendala pihak Kejari Manokwari, mengingat masih minimnya pemahaman masyarakat akan mendukung proses berjalannya hukuman yang telah di terapkan tersebut.

“Kesadaran keluarga dan masyarakat dalam hal mendukung transparansi penangkapan para narapidana masih minim. Tapi meski demikian, tetap kami utamakan cara persuasif dan pendekatan kekeluargaan. Hal ini guna menghindari berbagai konflik di tengah masyarakat,” ujar Kajari, di sela pres release pelimpahan terpidana Albert Rombe yang berhasil ditangkal di Polman Sulawesi Barat(Sulbar), di Kantor Kejaksaan Manokwari, kamis (25/1/2018) pagi.

Agus menyatakan, kerap sebelum tertangkap, pelarian para tersangka tak sedikit karena dukungan pihak keluarga. Selain itu informasi-informasi abalan untuk mengalihkan isu seputar keberadaan pelaku kerap juga menjadi tantangan pihaknya.

“Kadang kita tidak mau buruannya terlepas, kerap sudah mau melakukan penangkapan, malah lari terpidananya. Seperti salah satu DPO kasus PNBP Bintuni insial D.M,” beber Joko.

Dari beberapa contoh kendala yang dihadapi, Joko berharap, agar peran masyarakat untuk menegakan hukum dapat dicapai dan dilakukan bersama. mengingat pihak kejari sendiri tak pernah tebang pilih eksekusi para terpidana, terlebih jika sudah memiliki kekuatan hukum tetap.

“Intinya, kami minta masyarakat bisa memahami setiap hasil putusan hukum itu. Karena kasian, yang DPO juga tak akan tentram hidupnya, sebab jika tidak menjalani masa hukuman, maka selamanya menjadi buronan para penegak hukum,” tadasnya.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!