Portal Berita Papua Barat

Kapolda Papua : Kelompok Kriminal Bersenjata di Tembagapura “Kita Siap Hadapi dan Bereskan”

0 10
Irjen Pol Boy Rafly Amar, Kapolda Papua (foto: Istimewa)

Timika, Papuabaratoke.com – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), siap dihadapi Kepolisan, kelompok kriminal bersenjata akhir-akhir ini telah berulah dan melakukan serangkaian aksi penembakan di wilayah Tembagapura. Kapolda Papua Irjen Pol Boy Rafly Amar dengan tegas mengatakan jajarannya telah siap mengahadi kelompok kriminal itu.

Irjen Pol Boy Rafly Amar mengatakan upaya penegakan hukum terhadap KKB yang berada di wilayah Tembagapura dan sekitarnya akan terus dilakukan, seperti dikutip dari antaranews  Timika, Minggu (5/11/2017)

Diketahui pemkab Mimika telah membangun dialog dengan KKB, upaya yang digagas Pemkab Mimika pihak kepolisan Polda Papua juga menghargai itu, sehingga tidak terus menerus melakuakn aksi teror, penembakan maupun intimidasi terhadap warga setempat.

“Kita dukung kalau ada dialog. Tapi bagi mereka-mereka yang brutal dan anarkis, kita akan hadapi dan bereskan,” tegas Boy Rafli.

Kelompok kriminal bersenjata yang ada di Tembagapura diperkirakan berjumlah 30 orang. Kapolda Papua Boy Rafly Amar mengatakan upaya penegekan hukum terhadap KKB mengalami kendala, dimana kelompok tersebut selalu lari berpinda tempat usai melakukan aksi teror penembakan.

Mereka selalu melarikan diri pintar bersembunyi di bukit-bukit, “habis ganggu lari, habis ganggu lari, mungkin sudah kebiasaan. Tapi pasti kami akan kejar”, Ujar Kapolda yang juga perna menjabat Kadiv Humas Polri itu.

Kapolda juga mengatakan saat ini pasukan Brimob dibantu dari TNI, dan sudah berada di Tembagapura untuk melakukan pengejaran terhadap anggota KKB yang sering melakukan aksi penembakan di wilayah itu.

Pria alumni Akpol 1988 itu berharap kelompok kriminal bersenjata yang ada  di wilayah Tembagapura, menghentikan aksi teror penembakan dan penyerangan diwilayah PT Freeport, maupun penyerangan terhadap aparat juga warga sipil lainnya

“Harapan kami , inginnya mereka tidak mengganggu dan tidak melakukan pengrusakan dan penyerangan. Namun semua itu berupulang kepada mereka,” kata Boy Rafli.

Namun jika imbauan itu tidak juga digubris, aparat keamanan akan mengambil langkah-langkah tegas guna menghentikan aksi KKB wilayah Tembagapura dalam melakukan teror penembakan serta mengganggu situasi keamanan masyarakat yang berada di sekitar lokasi itu.

“Kalau tidak juga berhenti, kita akan hadapi terus sampai selesai. Cuma waktunya saya belum bisa pastikan sampai kapan, tapi kita akan hadapi terus,” jelas Boy Rafli.

Ia menilai serangkaian aksi teror penembakan oleh KKB wilayah Tembagapura itu akhir-akhir ini lebih bermuatan motif ekonomi.

Pada Sabtu (4/11) malam, KKB wilayah Tembagapura membakar sejumlah rumah darurat (befak) milik para pendulang emas tradisional yang berjejeran di pinggiran atau bantaran Kali Kabur, dekat perkampungan Utikini Lama, Kimbeli hingga Waa-Banti.

KKB tersebut juga dilaporkan menyerang Polsek Tembagapura dengan serentetan tembakan, namun tidak ada korban dalam kejadian tersebut.

Sebelumnya pada Sabtu (4/11) pagi, kelompok tersebut juga dilaporkan sempat mengibarkan bendera Bintang Kejora di salah satu puncak bukit dekat dengan Kampung Banti. (PBOKe/R)

Sumber : ANT
Comments
Loading...
error: Content is protected !!