Portal Berita Papua Barat

Kapolda PB Tekankan Penyidik Tuntaskan Dugaan Korupsi Asrama Mahasiswa Bintuni

0 10
Dugaan Korupsi Asrama Mahasiswa Bintuni
Dugaan Korupsi Asrama Mahasiswa Bintuni – Bangunan Asrama Mahasiswa Bintuni di Kota Sorong(Foto: Ist)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Dugaan Korupsi Asrama Mahasiswa Bintuni.  Kapolda Papua Barat, Brigjen Pol Drs Rudolof Alberth Rodja menekankan pada seluruh penyidiknya, beberapa atensi Kasus dugaan korupsi yang menyeret perhatian publik agar dituntaskan di 2018 mendatang.

Salah satu dari sekian yang menjadi penekanannya adalah penyelesaian dugaan korupsi terkait Pembangunan Asrama Mahasiswa Teluk Bintuni yang berada di Kota Sorong.

“Itu sejak tahun 2008 belum tuntas pembangunannya. kasian para mahasiswa disana. anggaran lumayan besar, tapi atap seng saja sampai sekarang belum terpasang,” beber Rodja dalam Press Release, di ruang rupamtama Mapolda Papua Barat, Kamis (28/12/2017).

Pasalnya, pembangunan asrama mahasiswa yang dianggarkan tahun 2008 melalui dana Biro Pembangunan Setda Kabupaten Teluk Bintuni, hingga saat ini gedung asrama berlantai dua itu, belum rampung100%.

Dengan anggaran yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 20 miliar tersebut, semestinya pembangunan telah rampung sekitar, Juni tahun 2015. Namun hingga akhir tahun 2017 ini, penyelesaian pembangunannya justru terkesan mangkrak.

“Asrma mahasiswa bintuni salah satu atensi Polda Papua Barat. Sebab pembangunannya yang harusnya selsai 2015, tapi sampai sekarang belum selesai. Awal tahun 2018, penyidik dan jajaran saya harap menyelesaiakan target dugaan kasus korupsi ini,” tegas Rodja.

Sementara ditemui terpisah, Ditreskrimsus Polda Papua Barat, AKBP Budi Santoso enggan berkomentar lebih jauh saat dicerca awak media, terkait spesifikasi perkembangan alur penyelidikan kasus dugaan korupsi (Asrama Mahasiswa Bintuni, red) ini.

“Kita nunggu gelar perkaranya aja. Berkaitan dengan penentuan proses sidik dan penetapan tersangka lebih lanjut. Nanti baru kita kembangkan dan infokan lebih lanjut karena yang tangani perkara ini Polres Sorong Kota, tapi lintas kordinasi tetap dikontrol,” ucap Budi.

“Saya belum bisa beberkan lebih lanjut karena belum tahap p-21. Tapi sesuai perintah dan arahan Kapolda, sudah jelas, akan dituntaskan secepatnya,” tukasnya.

Adapun atas kasus ini diketahui, beberapa waktu lalu, penyidik Polres Sorong Kota telah memeriksa saksi-saksi. Yaitu para pejabat yang berada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni.

Dimana keterangan yang dihimpun oleh penyidik dari para saksi adalah berkaitan dengan tupoksi dudukan kursi jabatan masing-masing dalam kasus tersebut.

 

Editor : Kris Tanjung
Penulis : Adrian Kairupan
Comments
Loading...
error: Content is protected !!