Portal Berita Papua Barat

Kasus Illegal Loging di KM 14 Bintuni Diperuncing, Penyidik Periksa Kadis PUPR

0 273
Illegal Loging di KM 14 Bintuni
Illegal Loging di KM 14 Bintuni – Dirreskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Budi Santosa, yang ditemui wak media di Mapolda Papua Barat, Kamis (22/3/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Illegal Loging di KM 14 Bintuni.  Penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat, menjadwalkan akan memeriksa Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kadis PUPR) Kabupaten Teluk Bintuni.

Dirreskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Budi Santosa, mengatakan, pemanggilan Kadis PUPR tersebut terkait penyelidikan kasus penebangan kayu secara liar alias illegal loging di Kilometer 14 Taroy di Kampung Wesiri Kawasan Hutan Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Dimana aktivias dugaan pembalakan liar hutan yang terjadi di Kilometer 14 Kabupaten Teluk Bintuni yang dilakukan PT NHKA, milik salah satu pengusaha besar di Papua Barat terungkap saat tim penyidik Ditreskrimsus Polda Papua Barat melakukan investigasi penyelidikan lapangan sejak akhir September 2017 silam.

“Jadi terkait hal ini kita jadwalkan pemanggilan kepada Kadis PUPR Teluk Bintuni untuk dimintai keterangannya. Surat pemanggilan telah dilayangkan, sekitar tanggal 27 Maret 2018,” ujar Budi Santosa kepada awak media di Mapolda Papua Barat, Kamis (22/3/2018).

Baca Juga:  Polda Papua Barat, Bongkar Illegal Loging di KM 14 Kawasan Hutan Bintuni

Ia menuturkan, keterangan Dinas PUPR sebagai instansi teknis yang bertugas mengawasi dan memperhatikan pelaksanaan pekerjaan jalan di area hutan tersebut sangat penting.

“Jadi salah satu oknum pengusaha insial HA juga telah kita hadirkan dan telah dimintai keterangannya. Tapi masih kita terus kembangkan dan masih memintai keterangan beberapa saksi lagi. sehingga penting, kesaksian dari kepala Dinas PUPR Bintuni kita mintai,” ungkapnya.

Santosa berharap, dimana dari penjadwalan pengambilan keterangan terhadap para saksi-saksi, penyidik akan melakukan gelar perkara dan menetapkan para tersangka atas kasus ilegal logging ini.

“Dari hasil pemeriksaan saksi kunci kita secepatnya gelar perkara, saya akan membeberkan insial para tersangka. jadi mari kita kawal sesuai tupoksi dan aturan,” sebut dia.

Sembari menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Gakum BKSDA, hasil pengecekan titik koordinat lokasi penebangan itu masuk dalam kawasan hutan lindung.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!