Portal Berita Papua Barat

Kejari Akan Kembali Terbitkan Surat Eksekusi Mantan Sekda PB

0 9
Muslim,SH Kasi Pidsus Kejari Manokwari

Manokwari,Papuabaratoke.com – Tim Penyidik ​​Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Manokwari berencana kembali menerbitkan surat pemanggilan mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Barat, Marthen. Luther. Rumadas alias MLR, untuk dieksekusi.

Hal itu dilakukan, setelah upaya kasasi MLR dan tim penasehat hukumnya ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) dalam kasus penyalahgunaan kewenangan saat menjabat sebagai Sekda, atas peminjaman dana dari PT. Papua Doberai Mandiri (Padoma) bagi anggota DPRD Papua Barat, APBD tahun anggaran 2011, dengan selisisih kerugian negara sekitar Rp. 22 Miliar.

“Sesuai isi amar putusan penolakan Kasasi oleh MA NOMOR 14/Pid.Sus-TPK/2014/PT JAP, yang kami (Kejari Manokwari, red) terima sekitar Oktober lalu menyebutkan, Mantan Sekda Papua Barat Marthen. Luther. Rumadas, dan terdakwa mantan ketua DPRD Provinsi Papua Barat Yosef. Yohan. Auri, dijatuhi hukuman badan sekitar 1,5 tahun penjara atau sepertiga dari masa putusan pengadilan tinggi papua,” ungkap Kasi Pidsus Kejari Manokwari, Muslim, yang ditemui di ruang kerjanya, Jumat lalu.

Dia mengatakan, sebelumnya pihaknya telah melayangkan surat pemanggilan untuk MLR, namum pemanggilan tersebut diabaikan tanpa ada konfirmasi, baik dari tim penasehat hukumnya maupun MLR.

Sementara mantan ketua DPRD Provinsi Papua Barat Yosef. Yohan. Auri, alias YYA dinilai koperatif dan telah memenuhi panggilan Kajari Manokwari, pada Senin (4/12/17).

“Surat panggilan untuk dua tersangka, dilayangkan sejak dua pekan lalu. YYA datang memenuhi panggilan meski digotong pihak keluarga, karena sakit yang dideritanya. Sedangkan MLR tidak hadir,” sebut Muslim.

“Karena itu, dalam minggu ini, kita akan kirim surat panggilan kedua untuk RLM,” sambungnya.

Namun untuk YYA, sementara penahanannya dibantarkan karena tengah menjalani perawatan lantaran sakit yang dideritanya. Meski demikian Muslim menuturkan, tetap pada konsekuensinya, yaitu penerapan masa hukuman badan tetap berjalan.

Baca Juga:  Penempatan Pejabat Harus Sesuai Disiplin Ilmu

“Sehingga kita beri kesempatan beliau jalani pengobatan, dan akan didampingi tim penasehat hukum dan Jaksa serta mengambil laporan kontrol kesehatannya,” jelas Muslim.

Editor : Kris Tanjung
Penulis : IAN
Comments
Loading...
error: Content is protected !!