Portal Berita Papua Barat

Kontraktor Asli Papua Segel Sejumlah Dinas

4
Kontraktor Asli Papua Segel Sejumlah Dinas
Kontraktor Asli Papua Segel Sejumlah Dinas
Kaimana, Papuabaratoke.comKontraktor Asli Papua Segel Sejumlah Dinas. Sekelompok warga yang menamakan kontraktor asli Papua, Senin (30/10/2017) siang melakukan penyegelan terhadap tiga kantor dinas masing-masing Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Dinas Pendidikan dan Dinas Perikanan.

Aksi ini dipicu sikap protes keras terhadap peraturan dalam pembagian paket proyek di Kabupaten Kaimana yang menggunakan sistem LPSE (Layanan Pengadaan Secara Elektronik).

Koordinator aksi, Sony Atiamona mengatakan, pembagian paket proyek dengan sistim lelang elektronik hanya menguntungkan kontraktor dari luar daerah. Ia mengatakan, penerapan peraturan ini sangat merugikan kontraktor asli Papua, yang memiliki keterbatasan secara pengetahuan maupun modal usaha.

Dia meminta, Pemerintah Daerah selaku penyedia pekerjaan agar mempertimbangkan ketentuan ini untuk disesuaikan dengan kondisi lokal dan kemampuan kontraktor asli Papua.

“Banyak proyek yang diambil pihak luar karena kontraktor asli Papua tidak bisa tembus untuk mengambil peluang itu. Bagaimana kami bisa berkembang. Kami minta sistim lelang elektronik ini tidak diterapkan. Pertimbangkan kemampuan kontraktor asli Papua,” tandas.

Pantauan PBOke (papuabaratoke.com), penyegelan ke tiga gedung kantor ini tidak berlangsung lama. Hanya beberapa saat setelah  aksi, pihak Kepolisian yang dipimpin Kapolsek Kaimana, Iptu Max Sopaheluwakan langsung mengambil tindakan tegas.

Kapolsek meminta agar persoalan diselesaikan dengan baik sesuai mekanisme yang berlaku, bukan dengan pemalangan kantor. “Ini kantor pemerintah, pelayanan kepada masyarakat jangan sampai terganggu hanya karena kepentingan pribadi atau kelompok. Tidak ada yang melarang untuk menyampaikan aspirasi tetapi penyampaiannya harus melalui mekanisme, agar jangan sampai menimbulkan masalah baru, apalagi mengganggu kepentingan umum,” tegas Kapolsek. (HAI/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!