Portal Berita Papua Barat

LP3BH Desak Polda Tuntaskan Dugaan Penyimpang Proyek Rektorat Unipa

0 6

Manokwari, Papuabaratoke.com – Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, mengaku mendapat informasi sumber dana proyek pembangunan gedung Rektorat Unipa yang hingga kini belum tuntas.

Proyek bersumber dari Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran (TA) 2014 ini, diduga mandek akibat penyalahgunaan keuangan dan penyalahgunaan kewenangan. “Saya mendesak Kapolda Papua melalui Dir.Reskrimsus, mendukung penyidiknya untuk mengungkap dugaan tindak pidana korupsi yang mungkin terjadi dalam pengelolaan proyek pembanguna gedung Rektorat Unipa,” beber Direktur LP3BH Manokwari, Yan Ch. Wariussy, Rabu (19 Juli 2017). Via surat elektroniknya kepada PBOke, ia menilai status pemeriksaan dalam kasus ini ditingkatkan dari penyelidikan ke penyidikan, sekaligus menetapkan siapa yang bertanggungjawab secara hukum.

Hal ini sesuai dengan amanat Pasal 41 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana dirubah dengan Undang Undang Nomor 20 Tahun 2001. Proyek tersebut dikerjakan PT. Pulau Lemon (Pulmon), dengan nomor kontrak 927/UN 42/PS/2014 tertanggal 20 Mei 2014.

“Pembangunan gedung Rektorat Unipa lanjutan tahap kelima Tahun 2014 dengan nilai kontrak 28 Milyar Rupiah lebih,” terangnya. Sesuai perencanaan, akan dibangun tempat parkir bertingkat kendaraan bagi rektor dan para pembantu rektor Universitas Papua, namun hingga kini belum terealisasi.Sementara, pembangunan lanjutan tahap keenam Tahun 2015 dengan nilai kontrak Rp.9,6 Milyar yang dilakukan  PT.Manokwari Bangun Pratama, dengan nomor kontrak kerja 460/UN 42/PS/2015, tanggal 16 Agustus 2016. Diduga, ada bagian proyek tersebut yang tidak dikerjakan. (ARN/PBoke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!