Portal Berita Papua Barat

LP3BH Desak Polisi Usut Tuntas “Teror” OTK Terhadap Advokat di Manokwari

0 82
LP3BH Desak Polisi
LP3BH Desak Polisi – Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy.(Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – LP3BH Desak Polisi.  Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari mendesak kepolisian resor Polres Manokwari segera mengusut tuntas atas laporan, “teror” orang tak dikenal (OTK) terhadap Rustam, salah satu advokat atau pengacara di Kabupaten Manokwari.

“Tindakan “teror” dalam bentuk pelemparan terhadap mobil milik advokat Rustam, SH Senin (2/4/2018) lalu, di bilangan Bumi Marina-Manokwari merupakan dugaan tindak pidana yang harus diusut tuntas berdasarkan ketentuan pidana dalam amanat pasal 170 Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP),” ujar Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy melalui siaran pers yang diterima, Papuabaratoke, Minggu (8/4/2018).

Warinussy mengatakan, bahwa Rustam saat ini merupakan kuasa hukum tiga tersangka kasus korupsi dugaan pembangunan gereja fiktif Alfa Omega Sorong. Hal ini kata dia, diduga ada kaitannya karena pasca menangani kasus tersebut, aksi teror baru menimpanya.

“Sehingga sebagai salah satu advokat di Manokwari-Papua Barat saya mendukung langkah kolega saya tersebut dalam menempuh jalur hukum serta mendesak pihak Polres Manokwari untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga menangkap dan menyerat pelakunya ke pengadilan yang berwenang di daerah ini,” ucapnya.

Ia menyebutkan, siapapun pelaku dan apapun alasan dilakukannya tindakan “teror” semacam itu terhadap seorang advokat sangat tak dapat dibenarkan secara hukum. Karena advokat di dalam menjalankan profesinya, dia sangat dilindungi oleh amanat Undang Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang Advokat.

“Ini harus diketahui oleh semua pihak, baik masyarakat dan pejabat pemerintah bahwa advokat sesuai amanat pasal 5 ayat (1) Undang Undang Advokat menyatakan bahwa advokat berstatus sebagai penegak hukum, bebas dan mandiri yang dijamin oleh hukum dan peraturan perundang-undangan,” terang dia.

“Apabila saudara Advokat Rustam maupun rekan-rekan advokat lainnya di Manokwari dan Papua Barat dalam menjalankan tugas profesinya mengeluarkan pendapat dan atau pandangan di publik melalui media massa yang dinilai bersifat “menyerang” atau “mengancam”, maka hal itu sesungguhnya dilindungi hukum dalam ketentuan pasal 14 hingga pasal 15 Undang Undang advokat,” sambungnya.

Warinussy mengatakan, jika ada pihak lain yang merasa keberatan dan atau tak senang dengan pandangan dan sikap serta pendapat sang advokat tersebut, tentu prosedurnya telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 Tentang advokat. Yaitu dapat menyampaikan pengaduan kepada Dewan Kehormatan dari organisasi advokat dimana advokat yang bersangkutan menjadi anggotanya.

“Bukan dengan melakukan tindakan “teror” atau mengancam pribadi advokat tersebut seperti yang terjadi terhadap kolega kami, advokat Rustam, karena ada resiko pidananya,” pungkasnya.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!