Portal Berita Papua Barat

LP3BH Manokwari Desak Mantan Bendahara KONI PB Ikut Diperiksa

0 43
LP3BH Manokwari
LP3BH Manokwari – Direktur Eksekutif LP3BH Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH
Manokwari, Papuabaratoke.comLP3BH Manokwari. Dua tersangka utama kasus KONI PB, AR dan YR, sudah menjalani proses hukum terkait dugaan korupsi dana hibah KONI Papua Barat tahun anggran 2012-2013. Namun, capaian ini bukan sebagai pencapaian akhir dari kasus tersebut. Pasalnya, masih ada sejumlah pihak yang diduga ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari, Yan Christian Warinussy, SH, menilai mantan bendahara KONI PB, juga harus ikut diperiksa.
“Masuknya berkas dan tersangka YR ke Kejati Papua, kian membuka jelas kasus ini. Dari sisi hukum ada benarnya jika bendahara KONI PB harus ikut diperiksa,” ujar Yan dalam rilisnya kepada PBOke.

Ia yakin kasus ini bakal memunculkan sejumlah nama baru, jika ditindaklanjuti penyidik Polda Papua Barat. Hal ini didukung dengan fakta persidangan YR saat disidang di Pengadilan Tipikor Manokwari. Dalam sejumlah fakta yang terangkum dalam surat dakwaan, muncul eksepsi bahkan keterangan para saksi maupun tersangka YR sendiri.
“Kasus KONI PB ini tak harus berhenti di tersangka AR dan YR semata. Saya kira pengurus inti KONI PB juga harus ikut bertanggungjawab,” bebernya.

Berdasarkan sejumlah fakta dan informasi yang dirangkum LP3BH, bendahara KONI dan juga mantan Ketua Umum KONI PB, penting dipanggil dan dimintai keterangan oleh penyidik Tipikor Polda Papua Barat ataupun Kejati Papua. Selain itu terkaiat dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) dari Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat kepada KONI Provinsi Papua Barat tahun 2012-2013.

Yan membeberkan pembangunan Kantor KONI PB dengan total anggaran Rp.167 Milyar. Namun, ternyata muncul Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) yang dikeluarkan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Papua Barat, Abia Ullu.  “Penting sekali untuk diperiksa oleh aparat penegak hukum,” tambahnya.
Selain itu, pemindah-bukuan dana hibah KONI Papua Barat Rp.4,8 Milyar tanggal1 Juli 2013 dan Rp.14 Milyar tanggal 2 Juli 2013 ke rekening pribafi terpidana AR, menjadi ‘pintu masuk’ bagi aparat penegak hukum.

Baca Juga:  Hanya Tujuh Parpol "MS" Faktual 100 Persen di Papua Barat

Yan mengungkap dengan pelimpahan berkas perkara Tipikor tersangka YR ke Kejati Papua, kian menguak kasus ini secara transparan. “Desakan berbagai pihak, termasuk anggota DPR RI, Jimy Ijie untuk memanggil dan memeriksa mantan Bendahara KONI sangat benar adanya,” tutup Yan. (ARN/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!