Portal Berita Papua Barat

Masuk DPO 4 Tahun, Kesaktian Obed Nuham Gugur Kamis Malam

0 757
DPO 4 Tahun, Obed Nuham
DPO 4 Tahun – Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, S.IK,didampingi Kapolsek Kota, AKP Sawal dan tim Buser Polres Manokwari, saat Press Release, penangkapan Obed Nuham, di Mapolres, Jumat (12/1/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – DPO 4 Tahun.  Kesaktian Obed Nuham pelaku penembakan yang menewaskan korban Muslimin Andrian, warga Oransbari Manokwari Selatan (Mansel), September 2014 lalu, akhirnya gugur Kamis (11/1/2018) malam.

Obed Nuham yang sekitar 4 tahun masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polres Manokwari, berhasil dibekuk dirumahnya kampung warnyetti, Distrik Tanah Rubuh, Mansel, oleh tim Buruh Sergap (Buser) Polres Manokwari.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi, S.IK, mengungkapkan, kasus pembunuhan ini telah berjalan hampir 4 tahun, dengan Laporan Polisi (LP) pasal 338 KUHP LP /9/ IX 2014/ polsek oransbari.

” Yang bersangkutan ditangkap sekitar jam 9 malam, Kamis, 11 januari 2018 di rumahnya, di kampung Warnyeti, Distrik Tanah Rubuh, Mansel. Tim berangkat ke sana setelah mendapatkan informasi perkembangan bahwa yang bersangkutan ada turun ke rumahnya dari hutan tempat persembunyiaannya selama ini,” beber Erwindi dalam Press Release, di Mapolres, Jumat (12/1/2018).

Dijelaskan, Obed Nuham berhasil diringkus atas kerjasama Tim Buser Reskrim Polres Manokwari dan Kapolsek Kota Manokwari. Dan berdasarkan hasil interogasi tim penyidik, tersangka Obed Nuham menyesali atas perbuatannya.

“Tersangka saat itu emosi. Karena anaknya saat itu juga merupakan korban lakalantas, diserempet sebuah motor. Tersangka menembak korban menggunakan senjata peninggalan jenis mozer yang kebetulan melintas di kampung Warnyeti menuju Oransbari, menggunakan Mobil Avansa,” ucapnya.

“Korban Muslimin Andrian akhirnya meninggal dunia setelah peluru mengenai tangan kanan korban hingga tembus ke ketiak dan Peluru bersarang diparu-paru,” sambung dia.

Erwindi mengatakan, tersangka dikenakan pasal 338 ancaman maksimal 15 tahun penjara. Penggunaan pasal ini kata dia, pantas didapatnya karena dengan sengaja dan terbukti melayangkan tembakan hingga menimbulkan korban jiwa.

Adapun Barang bukti yang disita dalam melengkapi berkas pemeriksaan. Yakni Sebuah Mobil Avansa milik korban, satu buah peluru yang digunakan tersangka. Antara lain, sebuah senjata jenis mozer yang diklaim merupakan senjata leluhur peninggalan jepang, yang biasa digunakan untuk berburu.

Baca Juga:  H-3, KSKP Klaim Penyelundupan Miras di Pelabuhan Manokwari Nihil
DPO 4 Tahun, Obed Nuham
DPO 4 Tahun – Sejumlah barang bukti Senjata Tajam milik tersangka yang ikut diamankan. (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Selain itu, saat dilakukan penangkapan di rumahnya terdapat sejumlah parang dan alat sajam lain, dan empat busur anah panah.

“Saat dilakukan penggeledahan di rumah tersangka saat peristiwa itu, keluarga korban cukup koperatif dan dengan menyerahkan senjata kepada pihak Bhabinkamtibmas Tanah Rubuh. Dan waktu penangkapan kemarin, kami amankan sejumlah parang, pisau dapur, dan busur panah,” jelasnya.

Sekedar diketahui, atas insiden kasus penembakan warga oransabari alm. Muslimin Andrian hingga tewas, berbuntut pada insiden pembakaran rumah di Kampung Warnyeti, Distrik Tanah Rubuh, Kabupaten Mansel.

Hingga warga kampung tersebut kemudian mengungsi untuk menyelamatkan diri. Tercatat sebanyak 24 rumah warga hangus terbakar, termasuk beberapa unit kendaraan roda dua.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!