Portal Berita Papua Barat

Miris…!!! Honorer Bank Mandiri Dan Pegawai TBBM Jadi Pengedar Sabu

0 74
Honorer Bank Mandiri Dan Pegawai TBBM Jadi Pengedar Sabu
Kepala Badan Narkotika Nasional Papua Barat, Brigader Jenderal Polisi Untung Subagyo. (Photo: ARF/PBOke)
Manokwari, Papuabaratoke.comHonorer Bank Mandiri Dan Pegawai TBBM Jadi Pengedar Sabu. Badan Narkotika Nasional Papua Barat (BNN PB) meringkus dua tersangka pengedar dan pemakai narkotika golongan 1 jenis sabu, masing-masing Fransiskus (25) dan Rahmad (30), Rabu (19/9/2017) lalu.

Kepala BNN PB, Brigader Jenderal Polisi Untung Subaygo, Selasa (26/9/2017) mengatakan, penangkapan Fransiskus dan Rahmad berdasarkan laporan informan yang dikembangkan. “Keduanya pemakai tetapi juga sudah ditetapkan sebagai tersangka pengedar,” ujarnya.

Kata Untung, Fransiskus adalah honorer Bank Mandiri. Ia mengatakan, dari penyelidikan yang dilakukan, Fransiskus berperan sebagai kurir dari Rahmad. Rahmad adalah pegawai Pertamina – Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Manokwari.

“Dites urin, keduanya positif pengguna dan juga tersangka pengedar sabu. Kita masih kembangkan sehingga sengaja tidak kita limpahkan keduanya ke Lapas, ini untuk penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya lagi.
Informasi yang dihimpun PBOke (papuabaratoke.com), Fransiskus diringkus di sekitar hotel mulia sekira pukul 15.00 WIT. Dari tangan tersangkat diamankan bukti berupa sabu seberat 0,35 gram.

Adapun, Rahmad diringkus bersama barang bukti berupa sabu seberat 2,7 gram di kediamannya di Kampung Makassar pukul 23. 00 WIT. Selain itu, petugas juga mengamankan barang bukti lain seperti, satu unit SPM Yamaha Mio warna hitam, 2 unit handphone merk Samsung serta dua buku tabungan mandiri.

Untung mengaku, dua tersangka ini berada di bahwa kendali jaringan pengedar narkotika. Demi kepentingan penyelidikan dan penyidikan kasus ini, soal keterlibatan jaringan mana saja, ia masih merahasiakan.
“Masik kita lidik, nanti hasil perkembangannya kita sampaikan ke teman-teman media,” ujarnya lagi.

Mantan Sekretaris Pusat Informasi Kriminal Nasional (Sespusiknas) Badan Reserse dan Kriminal Mabes Polri ini melanjutkan, kedua tersangka tetap diproses hukum. Dengan demikian, kecil kemungkinan sanksi yang dikenakan hanya berupa rehabilitasi.

Baca Juga:  Sejak Januari Imigrasi Manokwari Deportasi Tiga WNA Tiongkok

“Karena keduanya ditangkap oleh Tim Brantas BNN maka tetap diproses hukum. Kalau ada kesadaran dari tersangka maupun keluarganya mungkin bisa kita rehabilitasi. Sesuai Undang-Undang Narkotika ancaman pidananya di atas 5 tahun,” ucapnya.

Kata Untung, berkas perkara kedua tersangka di-splitsing (pemisahan berkas). Petugas juga melakukan pengeledahan di kantor TBBM. Namun tidak ditemukan barang bukti berupa sabu. Saat ini, kedua tersangka dijebloskan ke dalam sel tanahan BNN PB.

“Kita ijin kepada kepala, kita geledah tetapi tidak menemukan barang bukti. Kita dapat barang bukti saat geledah rumahnya di Kampung Makassar. Kita akan kembangkan lagi sudah berapa lama mereka mengedarkan sabu, catatan kami baru sekali ini,” pungkasnya. (ARF/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com