Portal Berita Papua Barat

Obet Ayok : Kasus Mutilasi, Hukum Adat dan Hukum Positif Sejalan

0 42

Manokwari, Papuabaratoke.com – Tokoh masyarakat Arfak yang juga sekaligus sebagai Ketua Mekesa di Papua Barat, Obet Ayok, mengaku prihatin terhadap kasus mutilasi yang terjadi belum lama ini di Manokwari.

“Sebagai orang tua, saya minta maaf kepada keluarga suku besar Byak di Manokwari, terutama untuk keluarga Manggara,” ujarnya, Selasa (29 Agustus 2017). Ia mengaku sudah ada pertemuan antara kedua belah pihak, baik keluarga korban dan keluarga pelaku, guna menyepakati proses penyelesaian secara adat.

Meski demikian, Ayok menegaskan hal itu tak lantas mengesampingkan proses hukum yang saat ini sedang berjalan. Agar, ada efek jera bagi kedua tersangka yang berada di tahanan Polres Manokwari.

[embedyt] https://www.youtube.com/watch?v=K4CyiCbbfYQ[/embedyt]

 

“Secara adat, memang harus dipenuhi permintaan pihak keluarga korban sesuai kesepakatan. Namun secara hukum positif yang berlaku di Negara ini, kedua tersangka (NS dan MS) harus diproses,” paparnya.

Selaku orangtua di sub Suku Moile, mewakili suku besar Arfak, ia mengaku kecewa dengan tindakan kedua pelaku. Akibat kasus ini, Ayok pun merasa ikut bersalah.
“Nama saya jelek di mata suku lain dan tentu merasa bersalah,” ujarnya.
Ia berharap keluarga korban menyerahkan seluruh proses hukumnya ke Polisi dan bersama-sama menjaga keamanan dan kedamaian Manokwari kedepan. (ARN/PBOke)

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!