Portal Berita Papua Barat

Pemuda Ini Selundupkan 12,7 Ton Minuman Keras ke Wilayah Sorong Raya

4
Pemuda Ini Selundupkan 12,7 Ton Minuman Keras
Pemuda Ini Selundupkan 12,7 Ton Minuman Keras – Kapolda Papua Barat, Brigader Jenderal Polisi, Rudolf Albert Rodja, saat memberikan keterangan pers di halaman Mapolda,  Selasa (24/10/2017) siang
Manokwari,  Papuabaratoke.comPemuda Ini Selundupkan 12,7 Ton Minuman Keras. Seorang pemuda berinisial SHS (20), asal Kota Sorong ditangkap pihak kepolisian, karena yang bersangkutan diduga sebagai pemilik sebanyak 12,775 liter minuman keras (miras) jenis cap tikus yang diselundupkan masuk ke Wilayah Kota Sorong.

Kapolda Papua Barat, Brigader Jenderal Polisi, Rudolf Albert Rodja mengatakan, SHS diamankan di Kelurahan Tampa Garama, Kota Sorong pada 22 Oktober lalu, sekira pukul 10.30 WIT. Dikatakan, CT tersebut dikemas di dalam jerigen kemasan 25 liter dengan jumlah sebanyak 511 jerigen.

“Mungkin ini hasil penangkapan terbesar yang kita dapatkan. Ratusan CT ini dibawa dari Bitung, Sulawesi Utara, menggunakan kapal laut yang disewa. CT ini rencananya akan dijual di Wilayah Sorong Raya,” kata kapolda saat memberikan keterangan pers di halaman Mapolda,  Selasa (24/10/2017) siang.

Dikatakan, penangkapan SHS berdasarkan pengembangan informasi yang diperoleh dari salah seorang anak buahnya yang ditangkap lebih awal oleh petugas. Meski demikian, Kapolda Albert Rodja hanya membeberkan, petugas mengamankan anak buah SHS bersama barang bukti berupa 3 jerigen berisi CT.

“Hasil pengembangan penyelidikan, kita tetapkan SHS sebagai tersangka pemilik 12,7 ton atau setara 12,775 liter CT. Bayangkan jika satu orang minum satu liter, ada berapa ribu orang yang minum minuman ini. Dia adalah pemiliknya. Yang bersangkutan sudah lama menjadi TO (target operasi) kepolisian,” ungkap kapolda.

Saat ini, SHS diamankan di rutan Polda Papua Barat, untuk menunggu proses hukum lebih lanjut. Sementara, barang bukti berupa 511 jerigen CT diamankan petugas dan dititipkan di Kompi Brimob Detasemen B, Sorong.

“Barang buktinya kita simpan di Sorong karena jumlahnya cukup banyak. Untuk dibawa ke sini (Mapolda, red) harus sewa kapal dengan harga yang cukup mahal. Dari pengakuannya, tersangka menjual CT dengan harga 2,5 juta per jerigen,” ujar kapolda.

Baca Juga:  2018, Bupati Bintuni Tekankan OPD Susun Proker Sesuai Kebutuhan Masyrakat

Saat menyampaikan keterangan pers, Kapolda menjawab pertanyaan awak media, bahwa SHS adalah benar anak dari mantan polisi Labora Sitorus. “Seperti komitmen saya, tidak ada toleransi terhadap pelaku penyalahgunaan narkotika, miras, dan korupsi. Kita akan proses tuntas,” tandas jenderal bintang satu ini.

Kini, SHS hanya bisa pasrah menunggu proses peradilan untuk bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. Pantauan PBOke (papuabaratoke.com), SHS mengenakan rompi khas untuk tahanan berwarna oranye dan  hanya bisa tertunduk lesu saat saat dibawa serta dalam penyampaian keterangan pers. (ARF/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!