Portal Berita Papua Barat

Penyidik Telusuri TPPU Dugaan Korupsi Lahan Grand Prix Sircuit Masni

0 14
Dugaan Korupsi, Lahan Grand Prix Sircuit Masni
Dugaan Korupsi – Barang bukti yang berhasil disita oleh penyidik Polres Manokwari diperlihatkan dalam Press Release di Mapolres Manokwari, Senin (07012018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Dugaan Korupsi.  Penyidik Polres Manokwari, akan mendalami adanya dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus pengadaan lahan Grand Prix Sircuit di Kampung Bowi Subur, Distrik Masni, SP 6, Kabupaten Manokwari, yang menyeret
dua oknum pejabat di lingkup Papua Barat yakni SE dan JZA.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi, S.IK didampingi penyidiknya, dalam Press Release penuntasan kasus tersebut, Senin (07/01/2018) di ruangan data Mapolres, menuturkan, tak menutup kemungkinan penyidik akan kembali mengembangkan kasus ini. Namun terlebihdahulu menanti fakta persidangan atas kedua tersangka tersebut.

“Kita mungkin akan kenakan juga Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Tapi dari hasil pemeriksaan pengembangan ini sesuai dari BAP. Sementara kita akan mencari tau pasti, asal muasal dana ini dianggarkan hingga peruntukannya. Kami akan lihat fakta sidang nantinya apakah ada kemungkinan dana ini mengalir ke pihak lain lagi,”
tukas dia.

Dijelaskan, dimana dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang telah ditetapkan dan siap dilimpahkan pada kasus tersebut, mengungkap peranan masing-masing tersangka. Diketahui, SE bertindak atas nama Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), dan JZA bertindak sebagai penghubung tanah antara masyarakat dan pemerintah alias Makelar Tanah.

“Jadi kasus ini kuat juga mengarah pada praktek TPPU. Dan ini bisa diusut dengan dua cara, yakni bersamaan dengan BAP pada pengembangan kasus, atau melalui BAP berbeda saat mendapatkan petunjuk tambahan dalam pengungkapan bukti fakta persidangan nanti,”
ucapnya.

“Seperti siapa-siapa saja yang mendapatkan aliran dana itu, digunakan untuk apa saja, nanti kita cek kembali sesuai fakta persidangan. Apakah ada menyeret nama lain dan ada bukti petunjuk jelas, kita tunggu saja,”
jelas Erwindi lagi.

Baca Juga:  Lagi-lagi Kaca Jendela Sekretariat MRPB Dirusak

Diketahui sejak ditetapkan oleh jaksa P-21 pada akhir Desember 2017 lalu, 3 hari lalu penyidik langsung melakukan penjemputan kepada kedua tersangka SE dan JZA sesuai surat perintah penahanan atas kedua tersangka, selama 20 hari kedepan guna pengembangan penyelidikan.

Diketahui SE dan JZA diduga melakukan tindak pidana Korupsi penyalahgunaan wewenang dengan modus melakukan mark Up harga jual beli tanah seluas 8 hektar atas pengadaan tanah sircuit motor prix tahun 2016 di SP 6, Kampung Bowi Subur,
Distrik Masni Kabupaten Manokwari.

Dimana harga tanah yang semestinya Rp 350 ribu per meter persegi, namun JZA hanya membayar Rp 150 ribu per meter persegi. Anggaran itu bersumber dari APBD Dipa tahun 2016 senilai Rp 2,950 miliar.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
error: Content is protected !!