Portal Berita Papua Barat

Perawat Aksi Kumpul Koin Rp 3 Miliar, dr. Augustine Hehanussa: Semoga RSUD Manokwari Jadi Lebih Baik

0 194

- Advertisement -

Perawat Aksi Kumpul Koin Rp 3 Miliar
Perawat Aksi Kumpul Koin Rp 3 Miliar – dr Augustine Hehanussa, Sp.KK (Kiri) didampingi penasehat hukumnya Benny Arens Niwe Lattu, SH (Tengah) menunjukan laporan polisi terhadap manajemen RSUD Manokwari, yang diduga melakukan malpraktek terhadap anaknya, David Jewish Hehanussa (5), di Mapolda Papua Barat, Selasa (20/2/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Perawat Aksi Kumpul Koin Rp 3 Miliar.  dr. Augustina Hehanussa, SpKK melalui tim penasehat hukumnya (PH) mengapresiasi aksi protes sejumlah perawat RSUD Manokwari dengan melakukan penggalangan donasi menggumpul koin Rp 3 Miliar.

“Bahwa kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada para perawat yang mau meluangkan waktu untuk menggalang dana Rp 3 Miliar untuk dr. Augustine Hehanussa SpKK,” Benny Arens Niwe Lattu, SH salah satu tim PH dr. Augustine, Kamis (19/4/2018).

Benny bahkan mengatakan, apresiasi yang disampaikan ini, dikarenakan aksi penggalangan dana oleh sejumlah tenaga perawat RSUD tersebut sama sekali tak merugikan klienya (dr. Augustina Hehanussa, SpKK, red) justru kata dia, aksi itu sangat sejalan dengan apa yang menjadi isi gugatan ganti rugi yang ditempuh di Pengadilan Negeri Manokwari.

Dimana meminta pertanggung jawaban dan ganti kerugian atas kasus dugaan malpraktek yang menimpa anak dari kliennya. Dan gugatan itu telah bergulir di Pengadilan Negeri Manokwari dengan Nomor Perkara021/PDT.G/PN. Manokwari, antara penggugat dr. Augustina Hehanussa, SpKK melawan para tergugat RSUD Manokwari, baik RSUD maupun Pemda Manokwari.

Disinggungnya, semoga dengan adanya aksi tersebut dana dapat segera terkumpul untuk mengganti kerugian sebagaimana tuntutan yang bergulir di Pengadilan Negeri Manokwari.

“Hal ini juga sangat sesuai dan sejalan apa yang kami rasakan selaku korban. Dan yang kami perjuangkan guna mengkritisi standar operasional prosedur (SOP) di RSUD Manokwari. Karena apa yang disampaikan oleh Ibu Monica Wanggai selaku kepala bidang Keperawatan RSUD Manokwari di salah satu media online, yang menyatakan sering banyak kekeliruan dan kurang kordinasi di antara para tenaga medis dan dokter di RSUD Manokwari, faktanya memang demikian,” ujar Benny.

“Artinya Ibu Monica selaku kepala bidang perawat telah mengakui banyaknya kekurangan-kekurangan yang harus di perbaharui,” cetuanya.

Baca Juga:  Dua Kali Tak Penuhi Panggilan Sidang, Manajemen RSUD dan Pemda Manokwari Dinilai Tak Beritikad

Selaku PH dr. Augustina Hehanussa, SpKK kata Benny, pihaknya ingin menyampaikan, bahwa upaya hukum yang ditempuh kliennya, baik pidana maupun perdata adalah bagian dari proses mengkritisi dan pembelajaran untuk instansi RSUD Manokwari agar menjadi lebih baik.

“Hendaknya kita semua belajar untuk mengambil sikap positif atas terjadinya peristiwa tersebut supaya kedepan RSUD dapat lebih baik lagi dalam mengoptimalkan mutu dan kinerja pelayanan kesehatan terhadap masyarakat di Papua Barat pada umumnya,” pungkasnya.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!