Personil Sat Brimob Polda Papua Barat Ikut Pelatihan HAM dan Negosiasi

95 views

Sat Brimob Polda Papua Barat Ikut Pelatihan HAM dan Negosiasi

Manokwari, Papuabaratoke.com – Guna meminimalisir gesekan dengan masyarakat saat melaksanakan tugas yang berpotensi mengakibatkan terjadinya pelanggaran HAM. Personil Satuan Brimob Daerah (Sat. Brimobda) Polda Papua Barat dibekali pengetahuan HAM dan negosiasi.

Kepala Komnas HAM Perwakilan Papua, Frits Ramandey mengatakan pelatihan HAM dan negosiasi bagi anggota brimob dilatarbelakangi hasil pemantauan dan penanganan kasus-kasus yang di dalamnya melibatkan personil brimob. Pelatihan ini, juga merupakan tindaklanjuti MoU yang diteken antara Komnas HAM dengan Mabes Polri.

“Semua anggota polisi, dia mau pangkat paling rendah hingga jenderal setelah dilantik dia menjadi mediator negara. Sehingga posisi mendiator ini penting diterapkan di berbagai penanganan kasus. Sebagai mediator dan memiliki kewenangan deskresi anggota polisi bisa menyelesaikan masalah di luar pengadilan, pengetauan ini menjadi penting,” katanya.

Kata dia, pelatihan HAM dan negosiasi bagi personil brimob akan dilakukan secara reguler. Pelatihan yang digelar di Manokwari, ini diikuti oleh anggota brimob dari detasemen A – berlangsung sejak 27-28 November.

Pelatihan ini juga diisi dengan simulasi negosiasi dengan materi cara menyikapi tuntutan aspirasi masyarakat mengenai ganti rugi hak ulayat. Kegiatan serupa akan dilanjutkan pada 4 Desember mendatang dan melibatkan anggota detasemen B di Sorong.

Dikatakan, pengetahuan menjadi mediator dan negosiator penting dimiliki oleh anggota brimob. Sehingga saat bertugas anggota mampu meminimalisir gesekan dengan masyarakat yang berpotensi menimbulkan pelanggaran HAM.

“Kasus-kasus mediasi dan negosiasi terjadi pada kasus jangka panjang. Di mana, anggota brimob sering dipakai untuk PAM di banyak perusahaan. Hanya dengan memiliki kemampuan sebagai mediator dan negosiator maka bisa meminimalisir. Pelatihan ini juga dalam rangka promosi HAM,” tandasnya.

Baca Juga:  Dominggus : 1 Tungku Tiga Batu Harus Berlaku Di Tanah Papua

Kepala Detasemen A Gegana Sat. Brimobda Polda Papua Barat, Kompol Alfons Letsoin, S.IK mengatakan pelatihan HAM dan negosiasi ini diharapkan mampu menambah wawasan anggota sehingga mempunyai skil dan kemampuan tentang HAM dan negosiasi.

Dengan pengetahuan ini, lanjut Alfons, anggota tidak ragu-ragu dalam mengambil langkah-langkah dalam menghadapi gejolak di tengah-tengah masyarakat. Apakah tindakan yang dilakukan melanggar HAM atau tidak.

“Selama ini, kita tahu bahwa brimob datang masalah selesai, tetapi selesai ini justru memunculkan masalah baru. Kita harapkan dengan pengetahuan negosiasi ini masalah selesai dengan damai,”

Dia mengingatkan, kondisi saat bertugas di lapangan pasti lebih sulit karena akan diperhadapkan dengan masalah yang lebih kompleks, sehingga pengetahuan tentang HAM dan negosiasi harus dikuasai oleh anggota brimob. “Pelatihan mediator dan negosiator cukup bagus walaupun waktunya kurang,” ujar dia menambahkan. (ARF/PBOke)


Penulis: 
author

Tinggalkan Komentar