Portal Berita Papua Barat

Polda Papua Barat, Bongkar Illegal Loging di KM 14 Kawasan Hutan Bintuni

0 507
Illegal Loging
Illegal Loging – Barang bukti kayu hasil aktivitas pembalakan liar oleh PT NHKA di KM 14 Kabupaten Teluk Bintuni yang dipolis line Penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat.(Foto: Istimewa)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Illegal Loging.  Penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat, membongkar aktivitas penebangan kayu secara liar alias illegal loging di Kilometer 14 Taroy di Kampung Wesiri Kawasan Hutan Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat.

Aktivias dugaan pembalakan liar hutan yang terjadi di Kilometer 14 Kabupaten Teluk Bintuni ini dilakukan PT NHKA, milik salah satu pengusaha besar di Papua Barat.

Dirreskrimsus Polda Papua Barat, Kombes Pol Budi Santosa melalui AKBP Junov Siregar, S.H, S.IK Kasubdit 4 Ditreskrimsus Polda Papua Barat menuturkan, pengungkapan ini berawal setelah menerima laporan masyarakat, September 2017 silam yang menelisil adanya aktivitas gelap di kawasan hutan tersebut.

“Kami pun, turun ke lapangan mengecek langsung, awalnya kita temukan kayu olahan dan kayu log milik PT KCK. Dan pengakuan karyawan setempat bahwa kayu jenis Merbau itu adalah MPL (Sejenis kayu lapis seperti tripleks tebal, red) yang pernah jadi perkara dan berdasarkan putusan MK kayu itu dikembalikan ke masyarakat setempat. Tapi kita tidak berhenti di situ, dan terus telusuri sekitar hingga akhirnya menemukam kayu tebangan baru,” ungkap Junov yang ditemui sejumlah wartawan di Mapolda, Jumat (16/3/2018).

Lebih jauh dibeberkanya, kayu tebangan baru itu berasal dari Kilometer 14 dimana lokasi ini terdapat pekerjaan pembuatan jalan yang masih dalam tahap pengerasan oleh PT. NHKA. Tim pun kembali menelusuri area sekitar, alhasil ditemukanlah jejak alat berat yang mengarah pada kawasan hutan KM 14.

“Setelah kita jalan kaki mengikuti jejak alat berat sekira 1 km ditemukanlah camp milik PT NHK. Di situ selain ekskavator kita temukan juga aktivitas penebangan kayu dan banyak sekali ditemukan pohon yang hanya tersisa pangkalnya,” ungkap Junov.

Dari temuan ini lanjut dia, pihaknya mengamankan barang bukti 5 unit truck 10 roda, 1 truk 6 roda. Dan memasang garis polisi pada 2 ekskavator merek Cart 320D dan satu Chaisaw di lokasi PT NHKA tersebut.

Tak hanya itu, tim menyita dan memasang garis polisi 92 paket kayu olahan panjang campuran, 132 kayu campuran 4 meter, 17 log 4 meter, kayu Log 3 meter, dan 3 kayu log 2 meter di lokasi PT. KCK.

Barang bukti kayu hasil aktivitas pembalakan liar oleh PT NHKA di KM 14 Kabupaten Teluk Bintuni yang dipolis line Penyidik Subdit Tindak Pidana Tertentu Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat.(Foto: Istimewa)

 

Baca Juga:  KP3 Laut Gagalkan Penyelundupan Cap Tikus Asal Bitung

“Nah dari berdasarkan fakta-fakta hasil penyidikan baik yang berasal dari keterangan dan barang bukti di TKP, kita temukan dugaan tidak memiliki izin pinjam pakai kawasan hutan,” ucapnya.

“Dan hari ini (Kemarin, red) Pemilik PT. NHKA inisial HA, sedang diperiksa sebagai saksi. Sedangkan pemilik PT KCK sudah kami periksa meski masih awal dan akan kami gali lagi sampai kasus ini terang dan terungkap,” sambung dia.

Saat ditanya apakah kemungkinan kasus ini akan menjerat pemilik perusahaan sebagai tersangka? Dijawabnya tentu yang penyidik ​​masih akan melakukan pengembangan lebih dalam ihwal kerjasama antara ke dua PT tersebut.
Selain itu dikatakannya, penyidik ​​akan memanggil Kadis PU dan PR Teluk Bintuni untuk dimintai keterangan.

“Yang jelas akan ada tersangka, karena hasil peyelidikan dan bukti di TKP, mereka tidak kantongi ijin pinjam pakai kawasan hutan,” sebutnya.

Kasus ini kata Junov, akan dijerat dengan tindak pidana Kehutanan yaitu penebangan tanpa izin dari pejabat yang terkait. Yakni dalam pasal 82 Ayat (3) huruf b Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan perusakan hutan jo Pasal 50 Ayat (3) huruf e Jo Pasal 78 Ayat (5) UU Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Jo Pasal 55 KUHP.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!