Portal Berita Papua Barat

Polda PB Dalami Keterlibatan Pemodal dan Penada Raksasa BBM Ilegal

0 322
Penada Raksasa BBM Ilegal
Penada Raksasa BBM Ilegal – Satu buah Truk tengki merek Dyna warna biru yang digunakan menampung 5000 liter solar subsidi, berhasil diamankan Ditreskrimsus Polda Papua Barat, di salah satu gudang jalan taman ria (Jalan Baru), Senin (26/2/2018). (Foto: Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Penada Raksasa BBM Ilegal.  Penyidik Direktorat reserse kriminal khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Barat (PB) terus mendalami keterlibatan pemodal dan penikmat alias penada skala raksasa dalam bisnis gelap penimbunan BBM ilegal di Manokwari.

Hal ini diungkapkan Direktur Ditreskrimsus Polda Papua Barat AKBP Budi Santoso, yang ditemui Papuabaratoke.com, Jumat (2/3/2018).

Desebutkannya, pihaknya terus melakukan pengembangan atas kasus penggeledahan BBM bersubsidi jenis Solar di salah satu rumah dan gudang di gudang PT. Pulmon Jalan poros Rendani Manokwari, pada Senin 26 Februari lalu tersebut.

“Memang saat ini ada dua tersangka yang ditetapkan, yakni AM alias Musa (46) dan J (45). Keudanya masih kita mintai keterangan untuk mendalami lebih jauh. Yaitu apakah benar hanya M pemodalnya atau kah ada keterlibatan orang lain,” kata Dirreskrimsus Polda Papua Barat AKBP Budi Santoso.

Santoso yang ditanya lebih detail terkait apakah diduga kuat kasus ini melibatkan oknum pengusaha di Manokwari, dimana barang bukti tersebut didapati di gudang pengusaha tersebut. Ia menjawab masih akan menunggu hasil pemeriksaan saksi sesuai BAP penyidik, meski demikian, Ia tak menampik kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain.

Penada Raksasa BBM Ilegal
Satu buah Truk tengki merek Dyna warna biru yang digunakan menampung 5000 liter solar subsidi, berhasil diamankan Ditreskrimsus Polda Papua Barat, di salah satu gudang jalan taman ria (Jalan Baru), Senin (26/2/2018).(Foto:Adrian Kairupan/PBOKe)

 

Baca Juga:  Dirreskrimsus Polda Papua Barat Beberkan Modus Pelaku Penimbunan BBM Susbsidi

“Intinya kita masih dalami. Jika ada kemungkinan keterlibatannya, nanti kita kroscek lagi, karena bisa saja anggaran biaya sudah disiapkan untuk membeli BBM Solar sesuai dana anggarannya, tapi oleh bawahannya digunakan pembelian lain. Nanti kita cek, dan tidak menutup kemungkinan kita mintai keterangannya juga,” ungkapnya.

Meski demikian Santoso menegaskan, kepada para pelaku sesuai pemeriksaan awal telah terbukti melanggar dan dipersangkakan pasal 55 UU no 22 Tahun 2001 Tentang Migas.

“Jika terbukti kurungan badan pokok minimal 4 – 6 tahun penjara dengan denda miliaran rupiah,” tutup dia.

Diberitakan, kasus ini mencuat berawal penggeledahan 7000 liter BBM subsidi jenis Solar, pada Senin (26/2/2018) sekitar pukul 11.15 WIT lalu oleh Team Opsnal Ditreskrimsus Polda Papua Barat yang dipimpin oleh Ipda. F. Evo Kretes Woff SH dan mengamankan dua tersangka AM dan J serta barang bukti Solar dan 3 unit truk.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com