Portal Berita Papua Barat

Profesi Wartawan Dihina, Dewan Pers Siap Jadi Saksi Ahli PWI Papua Barat

0 168
Profesi Wartawan Dihina
Profesi Wartawan Dihina – Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo (Kiri) yang ditemui Ketua Advokasi PWI Papua Barat, Kris Tanjung (Kanan) di ruang kerjanya, Jumat (23/3/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Jakarta, Papuabaratoke.com – Profesi Wartawan Dihina.  Dewan Pers menyatakan siap hadir menjadi saksi ahli Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Papua Barat terkait laporan polisi dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan oleh oknum polisi dan petugas bandar udara (Bandara) Rendani Manokwari melalui sosial media facebook, Jumat 16 Maret 2018.

Pernyataan ini diungkapkan langsung oleh Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo yang ditemui Papuabaratoke.com di ruang kerjanya, Jumat (23/3/2018).

Dikemukakan, bahwa sangat jelas, pasal 8 UU Nomor 40 Tahun 1999, dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum.

Tak hanya itu kata dia, pasal 18 ayat 1 dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 disebutkan, setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalang-halangi kerja pers, dapat dipidana penjara paling lama 2 tahun atau denda sebanyak Rp 500 juta.

“Dewan Pers selaku institusi yang menaungi PWI, kita akan hadir baik di kepolisian, kejaksaan maupun di pengadilan. Kita punya ahli Dewan Pers bisa di tunjuk untuk datang ke sana (Manokwari, red) dan kita akan ikut mempelajari kasus ini,” ucap Stanly sapaan akrabnya.

Stanly juga menyebutkan, bahwa dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) nomor 13 tahun 2008, menegaskan, dalam kasus-kasus pers, hakim yang mengadili perkara tersebut, wajib menghadirkan saksi ahli dari Dewan Pers.

“Contoh kasus, pernah ada dua wartawan prancis yang ditahan dan disidangkan di pengadilan Abepura, saya hadir sebagai saksi di sana, akhirnya dibebasin dan langsung dipulangkan,” ucapnya.

Ia menilai, dari rangkaian kasus penghinaan atau kekerasan yang dialami wartawan selama ini, kebanyak orang tak memahami konteks kerja-kerja wartawan.

“Wartawan bukan pencolek, penjahat, maka mereka harus paham itu. Kerjanya dilindungi oleh UU tidak boleh diperlakukan seenak-enaknya, dihina bahkan dilukai,” tegasnya.

Terakhir ditegaskan, langkah yang ditempuh PWI Papua Barat dengan melaporkan oknum yang diduga melakukan penghinaan terhadap profesi wartawan adalah sikap yang tepat guna memberikan efek jera dalam konteks memahami kerja-kerja profesi wartawan.

Untuk itu, tambah Dewan Pers akan membuat rumusan-rumusan terkait kerja-kerja wartawan untuk diedarkan kepada instansi dan institusi serta swasta. Dengan tujuan kata dia, semua pihak mengetahui lebih luas peran dan kerja wartawan.

Profesi Wartawan Dihina
Profesi Wartawan Dihina – Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo (Tengah) yang ditemui Ketua Advokasi PWI Papua Barat, Kris Tanjung (Kiri) dan Wartawan Papua Barat Pos, Aris Balubun SH, di Gedung Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Jumat (23/3/2018). (Foto: Kris Tanjung/PBOKe)

 

Baca Juga:  Oknum Polisi dan Oknum Petugas Bandara Rendani Resmi Dipolisikan

Diberitakan sebelumnya, dugaan penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian tersebut diawali oleh unggahan akun facebook bernama Yohanis Krey yang memposting gambar berita oleh salah satu media cetak dengan judul, “Dihalangi Meliput, Jurnalis Nyaris Adu Jotos Dengan Petugas Bandara”.

Tak sebatas itu, akun facebook Yohanis Krey tersebut melengkapi unggahannya dengan kalimat yang dinilai mengandung hasutan dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan secara luas.

Unggahan tersebut, berhasil menarik 123 cuitan komentar, 120 like dan 10 kali di bagikan oleh pemilik akun facebook lainnya, yang dinilai oleh PWI Papua Barat yang mengarah pada penghinaan, pencemaran nama baik dan ujaran kebencian terhadap profesi wartawan.

Diantaranya, akun facebook dengan nama ‘Widhiantara DTT’ yang diketahui oknum anggota penyidik pembantu reserse kriminal umum (Reskrimum) Polres Manokwari tersebut.

Akun oknum polisi berpangkat Brigpol tersebut mengomentari unggahan akun ‘Yohanis Krey’ dengan kalimat yang tak sepantasnya mengingat dirinya adalah seorang oknum polisi.

“Dekat dengan pejabat Papua Barat bukan berarti bisa buat berita seenaknya, karena berita yang kalian dapat dari kejadian2 yang ada di seputaran kami… Kalau mau adu jotos dengan melepas pakaian dinas semua punya nyali… FuckOff”, demikian cuitannya.

Selain oknum polisi dan oknum petugas Bandara Rendani Manokwari, PWI Papua Barat juga mempolisikan akun facebook bernama ‘Kurube Welem WT’ yang juga menjurus pada penghinaan.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com