Portal Berita Papua Barat

Sepanjang 2017 Satresnarkoba Manokwari Berhasil Ungkap 22 Kasus

0 26
Kasat Resnarkoba, IPTU Jamhari, SH (Foto: Razid/PBOKe)

Manokwari, Papuabaratoke.com – Kinerja Satuan Reserse dan Narkoba Polres Manokwari patut diapresiasi. Kerja maksimal ditunjukan sepanjang tahun 2017, sebanyak 22 kasus berhasil dinaikan hingga ke pengadilan.

Kapolres Manokwari, AKBP Adam Erwindi dikonfirmasi melalui Kasat Resnarkoba, IPTU Jamhari, SH mengatakan, target kasus yang dibebankan hanya 6 kasus.

“Kasus yang berhasil kita ungkapkan sebanyak 22 kasus, terdiri dari sabu-sabu 8 kasus, miras dan pangan 5 kasus, ganja 3 kasus, dan tipiring (tindak pidana ringan, red) 6 kasus. Semua sudah selesai, kita tidak punya hutang perkara. Tinggal mencari perkara baru,” kata Iptu Jamhari, Rabu (20/12/2017).

Dikatakan, para tersangka narkoba jenis sabu rata-rata adalah pemakai dan pengedar. Belum bisa masuk dalam kategori sebagai bandar. “Kalau kita katakan bandar berarti masuk dalam kategori besar. Ada juga pemakai saja, ada juga pengedar,” ujarnya.

Menurutnya, kasus narkoba terbanyak adalah sabu yang didominasi kalangan usahawan – menengah.  Sabhu yang masuk ke daerah ini terendus dari jaringan Makassar. Sementara, narkoba jenis ganja dari PNS melalui Jayapura,Papua.

“Bisa dikatakan, 90 persen sabut masuk melalui jaringan Makassar. Kalau ganja, bisa dikatakan 98 persen masuk dari PNG. Ini didominasi oleh putra daerah. Tersangkanya belum ada kalangan pelajar, kalau mahasiswa ada,” tandasnya.

Berbeda denggan kasus narkoba, lanjut Iptu Jamhari, para tersangka pengedar minuman keras (miras) rata-rata pelaku lama. “Hukumannya masih tipiring, kita masih mengacu pada perda miras. Belum bisa dikenakan Undang-Undang lain, misalnya UU Pangan,” pungkasnya.

Penulis : Razid
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!