Portal Berita Papua Barat

Terciduk, Alih-alih Satroni Rumah Targetnya, Ini Penampakan Sosok Komplotan Sadis di Manokwari

0 2.819
Komplotan Sadis di Manokwari
Komplotan Sadis di Manokwari – Komplotan spesialis penjarah atau perampok rumah di Manokwari, tak berkutik setelah terciduk oleh tim buser sat reskrim Polres Manokwari. Dari kiri,masing-masing AI, SK, DUT, AM, RNH, YM.(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Komplotan Sadis di Manokwari.   Komplotan spesialis penjarah atau perampok rumah di Manokwari, berhasil terciduk oleh tim buser sat reskrim Polres Manokwari.

Berdasarkan catatan kriminal, komplotan ini terkenal sadis dan tak segan-segan melukai targetnya atau pemilik rumah. Namun kali ini, alih-alih menyatroni rumah targetnya, komplotan ini bernasib apes di tangan pemilik rumah hingga menewaskan NM salah satu dari anggotanya.

Kapolres Manokwari AKBP Adam Erwindi melalui Waka Polres Kompol Mapparenta menuturkan, komplotan ini berhasil ditangkap tim buser sat reskrim, pasca peristiwa perampokan di salah satu rumah warga di sekitar area Maripi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, yang terjadi pada Sabtu lalu sekira pukul 03.00 WIT.

Dimana awalnya, sekira pukul 04.15 WIT penjagaan menerima laporan masyarakat telah diantar seorang dalam keadaan meninggal dunia di RSUD Manokwari.

Dan anggota mengecek kebenaran laporan tersebut, dengan mendatangi RSUD hingga benar mendapati jenazah korban NM yang diketahui diantar oleh sekelompok orang menggunakan mobil Avaza warna Putih.

“Tak berselang lama, kami (Polres Manokwari, red) menerima laporan dari Pos Polisi Maruni adanya peristiwa pencurian dan pengeroyokan.

“Anggota buser kami, langsung ke TKP dan melakukan pengembangan lebih dalam hingga akhirnya mendapat para pelaku yang ternyata komplotan pencuri rumah tapi gagal karena mendapat perlawanan dari pemilik rumah hingga menwaskan salah satu rekannnya,” beber Mapparenta didampingi Kasat Reskrim AKP Indro Rezkiadi, dalam keterangan persnya di Mapolres Manokwari, Selasa (3/4/2018).

Sementara itu, Kasat Reskrim, AKP Indro Rezkiadi yang mengungkapkan lebih jauh penangkapan komplotan ini, sebelumnya sempat terkecoh oleh alibi para pelaku.

Pasalnya kata Indro, para pelaku melaporkan menemukan sosok (NM) mayat laki-laki korban penikaman di pasar Wosi. Namun setelah dilakukan penelusuran lebih tajam, hal tersebut hanyalah modus para pelaku untuk lolos dari jeratan hukum.

“Pelaku ini ada 7 orang. Masing-masing AI, SK, DUT, AM, RNH, YM dan rekannya NM meninggal akibat mendapat perlawanan dari pemilik rumah,” ucapnya.

Disebutkan, bahwa otak dari kompoltan ini adalah AI, dimana AI pelaku utama atau eksekutor yang masuk dalam rumuh bersama korban meninggal NM

Dan dikatakan, komplotan ini sudah berkali-kali melakukan kejahatan serupa. Bahkan para pelaku tak hanya menjalankan aksinya di Manokwari, juga di luar Manokwari.

Komplotan Sadis di Manokwari
Baca Juga:  NM, 1 Dari Komplotan Penjarah Spesialis Rumah Kosong Tewas

“Kami duga kegiatan dari para plaku ini sudah lama dan menjalankan aksinya di beberapa TKP, bukan saja di Manokwari,” cetus Indro.

“Para pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka. Dan kita kenakan pasal 363 170 KUHP pencurian dan pemberatan atau perampokan secara bersamasama,” pungkas Indro.

Sebelumnya, NM, salah satu dari komplotan yang diduga pelaku penjarah atau spesialis pencurian rumah di daerah Manokwari, dilaporkan meninggal dunia saat hendak menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Manokwari, Sabtu (31/3/2018) dini hari.

Berdasarkan informasi awal yang diterima awak media saat itu, di TKP dari Joko salah satu warga (Nama Samaran, red) mengisahkan, pelaku menjadi korban bersama 8 rekannya. Komplotan ini awalnya hendak melancarkan aksinya di salah satu rumah warga di sekitar area Maripi, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari, Sabtu dinihari sekira pukul 03.00 WIT.

Namun, belum sempat beraksi, pelaku berinsial NM bersama rekannya, warga setempat dan pemilik rumah mengetahuinya. Lantaran kaget, para pelaku berusaha melarikan diri menggunakan sebuah mobil yang digunakan dalam aksi tersebut ke arah kawasan Kota Manokwari.

Meski telah melarikan diri, namun dalam mobil terjadi perdebetan diantara pelaku yang berjumlah sekitar 8 orang tersebut. Yakni untuk kembali ke TKP mengambil salah satu alat bukti berupa sebilah parang yang tertinggal saat beraksi.

“Jadi tadi dorang (Para pelaku) balik lagi, karena salah satu pelaku punya parang ketinggalan di TKP. Dan saat para pelaku kembali di TKP, pemilik sudah bangun dan terjadi perlawanan, para pelaku pun nekat mengeroyok pemilik rumah,” tutur Joko.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!