Portal Berita Papua Barat

Tersangka Kasus Pembunuhan di Teluk Bintuni Terancam 15 Tahun Penjara

0 448
Kasus Pembunuhan di Teluk Bintuni
Kasus Pembunuhan di Teluk Bintuni – Adegan rekonstruksi kasus pembunuhan oleh tersangka LS, di Mapolres Teluk Bintuni, Selasa (15/5).(Foto: Niko/PBOKe)
Bintuni, Papuabaratoke.comKasus Pembunuhan di Teluk Bintuni. Tersagka LS dalam kasus pembunuhan yang terjadi di Kampung Lama Distrik Bintuni, Selasa (17/4) terancam minimal 15 tahun penjara.

“Ancaman kurungan penjara minimal 15 tahun. Atas perbuatannya, tersangka LS akan kami jerat dengan pasal berlapis yakni, Pasal 351 dan 338 KUHP. Dan akan dinaikkan ke tahap dua sebelum Lebaran nanti,” ungkap Satreskrim Polres Teluk Bintuni, AKP Alexander Putra yang ditemui usai rekonstruksi di Mapolres Teluk Bintuni, Selasa (15/5).

Pada rekonstruksi yang digelar di halaman Mapolres Teluk Bintuni ini, tersangka LS memperagakan16 adegan.

Rekonstruksi yang dipimpin Kasat Reskrim, turut disaksikan keluarga dan kerabat korban.

Adegan per adegan yang dilakoni LS, korban Y yang tewas setelah ditikam tersangka merupakan korban salah sasaran.

Sebab, pada adegan ke-9 terlihat jelas korban Y yang ingin melerai, justru ditikam tersangka LS.

Selain menewaskan Y, LS juga melakukan serangan bertubi-tubi terhadap korban LOA yang juga ayah mertuanya.

Aksi LS yang menikam LOA secara bertubi-tubi terlihat pada adegan 8 dan 10.

Kasat Reskrim, AKP Putra yang dikonfirmasi wartawan, menjelaskan bahwa rekonstruksi kasus pembunuhan merupakan bagian penting yang harus dilakukan penyidik guna menyesuaikan keterangan tersangka dengan fakta di TKP.

“Kita laksanakan rekonstruksi ini, guna mengetahui kebenaran yang tersangka sampaikan dalam BAP. Apakah alur cerita yang disebutkan sejalan dengan kejadian sebenarnya,” ujar

Ia mengatakan, reskonstruksi ini penting dikarenakan merupakan kewajiban sesuai prosedur hukum guna melengkapi berkas perkara setiap kasus pembunuhan.

“Rekonstruksi ini penting untuk kita lampirkan dalam berkas perkara ini. Di satu sisi rekonstruksi ini wajib dilakukan karena ini berkaitan dengan hilangnya nyawa manusia,” katanya.

Ditanya motif pelaku melakukan penikaman terhadap korban LOA sesuai rekonstruksi yang dimainkan tersangka LS, AKP Putra menyebut bahwa motif pelaku didasari rasa sakit hati.

AKP Putra menerangkan, aksi nekat tersangka karena, tersangka sering dicaci maki oleh LOA.

“Dari keterangan tersangka, saat itu pelaku dalam pengaruh miras, lalu mendapat cacian dari korban LOA. Dengan kondisi psikis pelaku yang tidak kondusif ditambah mendapat cacian membuat tersangka LS gelap mata dan nekat melakukan penikaman terhadap korban,” ungkap AKP Putra.

Terkait korban Y yang tewas ditikam tersangka LS, Putra menuturkan bahwa korban Y tidak memiliki kaitan dengan persoalan antara tersangka LS dan korban LOA.

Namun, lanjut Putra, naas bagi korban Y yang bermaksud melerai tersangka justru tewas akibat tusukan pisau milik tersangka yang tepat mengenai dada korban Y.

Penulis: Nico
Editor: Marselius Gusti Palumpun
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!