Portal Berita Papua Barat

Tuntut Penyelesaian Adat Laka Maut, Keluarga Korban MW Palang Jalan

0 373
Keluarga Korban MW Palang Jalan
Keluarga Korban MW Palang Jalan – Aksi pemalangan dan pembakaran ban mobil, yang dilakukan keluarga korban kecelakaan maut yang menewaskan almarhum Melkianus Wasage Siswa SMA YPK Oikumene, 31 November 2017 silam, Kamis (1/2/2018) pagi tadi sekitar jam 05.00 wit, di JL.Gunung Salju, depan Gereja GKI Efata, kelurahan Amban, Manokwari.(Foto:Adrian Kairupan/PBOKe)
Manokwari, Papuabaratoke.com – Keluarga Korban MW Palang Jalan.  Buntut penyelesaian masalah adat dari persoalan kecelakaan maut yang menewaskan Alm. korban Melkianus Wasage (MW) siswa SMA YPK Oikumene kls XII, tanggal 31 november 2017 lalu, keluarga korban akhinya melakukan aksi pemalangan dan pembakaran BAN mobil, Kamis (1/2/2018) pagi tadi sekitar jam 05.00 wit, di JL.Gunung Salju, depan Gereja GKI Efata, kelurahan Amban, Manokwari.

Kabag Ops Polres Manokwari Kompol Winarto saat mengetahui adanya insiden dan aksi tersebut, bersama anggota langsung turun ke lapangan dan melakukan mediasi dan akhirnya sekira pukul 06.45 WIT, palang dapat dibuka.

“Benar, ada aksi bakar BAN Mobil, dan sempat pemalangan tadi dari keluarga korban lakalantas Melkianus Wasage siswa SMA YPK Oikumene kls XII pada tanggal 31 november 2017 lalu, tapi situasi aman dan terkendali,” ujar Winarto.

Menurut Winarto, aksi yang dilakukan pihak keluarga korban ini, juga meminta kepala suku Button dan Makassar agar segera bertanggung jawab, atas kematian keluarga mereka yang diduga para pelaku merupakan warga dari kedua suku tersebut. Dimana para tersangka masing-masing merupakan pengemudi ojek dan truck.

Sementara Ketua kordinator aksi lapangan Dance Mabel, mengatakan pihak kelurga menuntut untuk penyelesaian masalah adat ini jangan berlarut-larut dari waktu yang telah disepakati. dimana diketahui, buntut dari pertemuan ini sudah di lakukan berulang kali.

Sekira pukul 06.45 WIT akhirnya akses jalan Gunung Salju berhasil dibuka kembali oleh anggota Polres Manokwari. (Foto:Adrian Kairupan/PBOKe)

“Kami sudah adakan 5 Kali pertemuan dengan para kepala suku tersangka, yang difasilitasi pihak Sat lantas dikantor lantas, tapi belum ada penyelesaian.
Saat itu kepala suku Button hadir dari awal pertemuan. Dan penyelesaian pertanggung jawaban secara adat telah disepakati,” jelas Dance.

Dimana sebelumnya, terang adance sesuai pertemuan telah dijanjikan akan ada pembayaran nilai adat sebesar Rp. 50 juta rupiah dari nilai yang di minta sebelumnya sebesar Rp. 300 Juta rupiah.

“Kami sudah sekitar 5 kali pertemuan terakhir tanggal 25 Januari 2018 kami lakukan pertemuan, sehingga kami rasa deadline waktu sudah cukup,: tegasnya.

Keluarga besar alm. korban Melkianus Wasage siswa SMA YPK Oikumene kelas XII berharap ada respon baik dari keluarga besar kepala suku Button dan Makassar, sehingga aksi pemalangan ini tidak terjadi lagi.

Penulis : Adrian Kairupan
Editor : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!