Portal Berita Papua Barat

Heboh “Deal Politik” Pertemuan 3 Jendral Polri dan Gubernur Papua ? Mabes Polri Bantah Bahas Masalah Politik

0 9
Pertemuan 3 Jendral Polri dan Gubernur Papua
Lukas Enembe, Gubernur Papua (foto; ist. actual.com)

Jakarta, Papuabaratoke.comPertemuan 3 Jendral Polri dan Gubernur Papua. Heboh pertemuan para Jendral, diantaranya Kepala BIN Jendral Budi Gunawan, Kapolri Jendral Tito Karnavian, Gubernur Papua Lukas Enembe dan juga Kapolda Sumatra Utara Irjen Pol. Paulus Waterpauw.

Pertemuan tersebut menjadi perbincangan hangat Warganet, apalagi pertemuan itu dikaitkan dengan masalah politik, terkait itu Mabes Polri langsung menampiknya.

Melalui Karo Penerangan Masyarakat dan Divisi Humas Polri, Brigpol Rikwanto mengiyakan adanya pertemuan itu bersama Gubernur Papua dan juga dihadiri Kapolda SUMUT Paulus Waterpauw. Jendral bintang dua asal Papua itu.

Namun Rikwanto membantah pertemuan itu membahas masalah politik Pilkada Provinsi Papua 2018 mendatang.

seperti yang tersebar luas di media sosial menyebutkan adanya “deal” politik terkait Pilkada Papua. Akhirnya terbantahkan,  Rikwanto memaparkan pertemuan itu adalah untuk “koordinasi keaaman” terangnya kepada pekerja pers melalui keterangan tertulis, Jumat (15/9/2017).

Dari pemaparan Rikwanto, sebagai pejabat negara Kapolri, Ka BIN, gubernur papua dan Kapolda Paulus Waterpauw tidak memiliki kepentingan untuk pilihan politiknya.

“itulah kepentingan sebagai aparat negara bertanggung jawab penuh atas keamanan, tentunya sangat wajar dan harus melakukan koordinasi, Kepolisian dan Intelejen Negara perlu konsilidasi agar terjamin keamanannya  Pilkada 2018 di Papua,” ujar Rikwanto.

Sebab di Papua sering terjadi konflik karena dampak Pilkada, seperti Pilkada medio 2017, kabupaten Intan Jaya, Puncak Jaya dan Lanny Jaya terjadi ricuh dan berujung konfilk horizontal.

Ditambahkanya, Kapolri dan Ka BIN memiliki kepentingan untuk keamanan di Papua, pertemuan bersama Kapolda SUMUT dan Gubernur Papua Lukas Enembe itu, keduanya juga putra asal Papua, pertemuan itu untuk mencari solusi dan mencegah dan mengantisipasi konflik horizontal.

“Polri dan Intelijen mampu melakukan deteksi dini dan mencegah lebih dini bila ada ancaman demi keamanan di Papua”  tegas Rikwanto. sumber : Tribunnews.com. (edit tim PBOKe/one)

 

Comments
Loading...
error: Content is protected !!