Portal Berita Papua Barat

Ketahuan Buntuti Gubernur Papua Dihotel, Dua Pegawai KPK Diduga Dianiaya

0 1.035

- Advertisement -

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah (kiri) dan Gubernur Papua, Lukas Enembe (PBOKE)
Papuabaratoke.com – Kedua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), diduga dianiaya, keduanya ketahuan saat membuntuti kegiatan Gubernur Papua, di hotel Borobudur Jakarta, Sabtu (2/2/19).

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, usai melaporkan kejadian tersebut di Polda Metro Jaya , minggu (3/2/19). Febri mengatakan “proses pelaporan tadi, disampaikan bahwa kasus ini akan di tangani Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) di Kriminal Umum Polda Metro”, kata Febri dalam keterangan tertulis.

Febri juga memaparkan dugaan penganiyaan itu, terjadi pada Sabtu tanggal 2 kemarin malam di hotel Borobudur, Jakarta Pusat. Saat itu kedua pegawai yang merupakan penyidik KPK itu, ditugaskan ke lapangan untuk mengecek informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi.

“Kedua pegawai KPK tersebut mendapatkan tindakan yang tidak pantas dan dianiaya hingga menyebabkan kerusakan di bagian tubuh” ujar Febri.

Sementara itu, Ketua DPRD Papua, Yunus Wonda angkat bicara, dirinya mengakui perihal dugaan penganiyaan tersebut, dia menjelaskan saat itu pegawai pemerintah daerah Papua, mendapatkan kedua petugas KPK hendak membuntuti Gubernur Lukas Enembe saat rapat bersama,Kementrian Dalam Negeri, DPRD Papua, Sekretaris Daerah, dan sejumlah SKPD Provinsi Papua di hotel Borobudur.

Disamping itu salah seorang pegawai KPK diketahui juga oleh Sekda Papua, Herry Dosinaen, Herry melihatnya hendak mengambil gambar atau foto Lukas Enembe, kemudian melihat ada percakapan di WhatsApp dalam Handphone nya, terkait adanya kegiatan Gubernur Papua Lukas Enembe, terang Wonda.

Terkait kasus dugaan penganiayaan tersebut, Febri mengatakan, “Apapun alasannya, tidak dibenarkan bagi siapapun untuk melakukan tindakan main hakim sendiri, apalagi kedua pegawai kami telah menunjukkan kartu identitas dan menyampaikan bahwa mereka sedang menjalankan tugas resmi”, imbuhnya.

Komisi Pemberantasan Korupsi berharap setelah laporan ini, agar segera memproses hukum pelaku penganiayaan tesebut, sehingga hal serupa tidak terjadi pada penegak hukum lain yang sedang bertugas, baik itu Kejaksaan, KPK dan Polri. Tandas Febri. (***/wm-pboke)

Baca Juga:  STPP Manokwari Harap Pendampingan Budidaya Kopi di Pegunungan Bintang Berlanjut

 

sumber: warta kota

 

 

 

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!