Portal Berita Papua Barat

Kutuk Kasus Kekerasan Anak di Abepura, Arist M Sirait : Pelaku Harus Dihukum Berat

2
Kasus Kekerasan Anak di Abepura
Kasus Kekerasan Anak di Abepura – Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait
Papuabaratoke.comKasus Kekerasan Anak di Abepura. Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas Perlindungan Anak), mengutuk kejahatan seksual TERHADAP korban yang masih berusia 7 Tahun di Abepura, Kota Jayapura, Sabtu (7/10/2017). Ketua Komnas Anak, Arist Merdeka Sirait, mengatakan, pelaku merupakan orang yang sangat kejam, sadis dan tidak berprikemanusiaan.

“Kami desak aparat Polresta Jayapura segera menangkap pelaku,” rilisnya, Minggu (8/10/2017) di Jakarta.
Ia mengajak masyarakat di Tanah Hitam, lokasi ditemukannya korban, untuk membantu polisi mengungkap tabir kejahatan seksual yang menimpa anak yatim ini.

“Masyarakat yang melihat dan mengetahui, diminta jangan enggan untuk menjadi saksi. Korban harus segera ditolong,” terangnya. Selain itu, Arist meminta dukungan Dinas Kesehatan Pemkot Jayapura, dalam hal memberi pelayanan medis yang memadai kepada korban. Sementara, Dinas Sosial juga tak boleh tinggal diam dan memberi dukungan, termasuk dukungan dari PPPA agar menyediakan rumah aman bagi korban.

“Tidak ada alasan apaun utuk tidak menangkap dan menahan pelaku. Dari kasus ini, pelaku bisa dijerat 20 tahun penjara,” ungkap Arist. Ditambahkan, pelaku bisa saja dihukum seumur hidup atau pun hukuman mati, sesuai UU RI Nomor 17 Tahun 2016, tentang penerapan Peraturan Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 mengenai Perubahan Kedua UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan Anak junto UU RI Nomor 35 Tahun 2014 dan KUH Pidana.

Komnas Perlindungan Anak akan mengambil langkah pendampingan hukum dan layanan pemulihan trauma bagi korban, dengan berkoordinasi berkordinasi dengan pemangku kepentingan dan aktivis perlindungan Anak di Jayapura.
“Tidak ada alasan lagi, korban harus segera diselamatkan. Pelaku harus segera ditangkap, kekerasan terhadap anak di Papua harus diakhiri,” tegasnya. (TIM/PBOke)

Comments
error: Content is protected !!