Portal Berita Papua Barat

Masalah Tiket Pesawat Mahal, Mentri BUMN: Tanya Kemenhub

0 369

- Advertisement -

Sejumlah Maskapai Penerbangan terparkir di Apron Bandar Udara Rendani Manokwari (Foto:Eka)
Papuabaratoke.com – Permasalahan mahalnya harga tiket pesawat Tanya ke Kemenhub, kewenangan pengaturan tarif batas bawah dan tariff batas atas ada di tangan Kementrian Perhubungan, ujar Mentri BUMN Rini Soemarno di Komplek Istana, Jakarta, Jumat (3/5/19).

Menurut Rini, harga tiket pesawat Garuda Indonesia sejauh ini masih normal. Tidak melanggar ketentuan batas atas dan batas bawah.

“Sekarang batasnya di mana, selama BUMN, Garuda Indonesia tidak melewati batas yang ditentukan oleh Kemenhub ya harusnya normal-normal saja,”kata Rini.

Mentri BUMN, Rini Soemarno (Foto: Istimewa)

Sebelumnya, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi akan berkonsultasi dengan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) demi merealisasikan harga tiket pesawat yang murah. Dia bilang, lawatannya ke wasit persaingan usaha ini agar mendapatkan restu atau tidaknya Kementerian Perhubungan mengevaluasi tarif tiket pesawat yang sekarang dikeluhkan masih mahal.

“Saya mau menemui KPPU, apakah saya berwenang untuk ikut mengevaluasi tarif batas atas,” kata Budi Karya di Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Kamis (2/5/19).

Dirinya mengaku, sebagai regulator fungsi Kementerian Perhubungan pada polemik harga tiket pesawat cukup sampai pada pengaturan tarif batas atas dan tarif batas bawah.

Sehingga implementasi harga serta evaluasinya menjadi kewenangan Menteri BUMN Rini Soemarno selaku pemegang saham mayoritas maskapai pelat merah, yaitu Garuda Indonesia.

Menurut Budi, evaluasi penerapan harga tiket pada Garuda Indonesia penting karena setiap kebijakan yang dilakukannya menjadi acuan maskapai lainnya di Indonesia.

Sumber: DetikFinance

 

Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!