Portal Berita Papua Barat

Otsus Dinilai Tak Lagi Jadi Solusi Melainkan “Ancaman”

0 54
Otsus Dinilai Tak Lagi Jadi Solusi
Otsus Dinilai Tak Lagi Jadi Solusi – Mantan aktivis Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura Papua yang terlibat langsung memperjuangkan otsus, Marinus Bonepai.(Foto: Kris Tanjung/PBOKe)
Jakarta, Papuabaratoke.com – Otsus Dinilai Tak Lagi Jadi Solusi.  Kehadiran otonomi khusus (Otsus) di Papua Barat yang tujuannya mensejahterakan masyarakat asli papua, kini dinilai tak lagi menjadi solusi melainkan “ancaman” bagi rakyat Papua sendiri.

“Lahirnya otsus oleh pemerintah papua dengan Jakarta pada saat itu, tujuannya hanya satu, untuk menjawab tuntutan rakyat papua sehingga otsus jadi solusi. Tapi sekarang otsus bukan lagi solusi, tapi seakan ancaman bagi rakyat papua sendiri,” ucap Marinus Bonepai saat ditemui Papuabaratoke.com, di Jakarta, Jum’at (23/3/2018).

Marinus menuturkan, semua pihak untuk membaca dan memahami isi dari UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang otonomi khusus di Papua sebagaimana diubah menjadi UU Nomor 35 Tahun 2008 tentang pelaksanaan otsus di Papua Barat sehingga tak salah menafsirkan menurut pandangan masing-masing.

Dia menilai bahwa, semestinya sejak awal kehadiran otsus ini diterjemahkan dengan baik dan nyata oleh pemerintah daerah, baik Pemprov, DPR PB dan lembaga kultur MRPB.

Kata dia, penekankan keberpihakan otsus yakni memberikan afirmatif khusus, sebagaimana amanatnya, yaitu pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan peningkatan ekonomi masyarakat asli papua.

“Harus diakui, bahwa sampai hari ini, apa yang menjadi amanah keberpihakan otsus tidak dieksekusi dengan baik. Alias belum ada pelaksanaan otsus yang menyentuh 4 bagian ini,” cetusnya.

Salah satu mantan aktivis Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura Papua yang terlibat langsung memperjuangkan otsus ini, mengatakan, semestinya otsus setiap 3 tahun dilakuan evaluasi oleh pemerintah daerah, MRP, DPR-PB dan pemerintah pusat bersama masyarakat papua sebagai tujuan memastikan otsus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Baca Juga:  Otsus Semestinya Berpihak Pada OAP, Pemda Diminta Tak Abaikan

Meski demikian, Marinus menyebutkan masih ada peluang dan kesempatan untuk memastikan keberlanjutan otsus bagi Papua Barat. Yaitu ia mendorong baik Pemda Papua Barat, DPRPB dan MRPB mengambil langkah nyata untuk merumuskan poin-poin masalah yang bisa ditawarkan ke pemerintah pusat dalam keberlanjutan otsus tersebut.

“Saat ini, harus ada langkah-langkah real yang perlu ditempuh oleh, pemerintah, DPRB dan MPRPB untuk membuka ruang dengan komponen-komponen masyarakat. Sehingga masalah-masalah pokok yang ada bisa dirumuskan dengan baik kemudian untuk ditawarkan kepada pemerintah pusat,” terangnya.

Oleh karena itu, tutur Marinus, otsus yang akan berakhir pada tahun 2021 nanti membutuhkan langkah dan sikap keseriusan.

“Karena yang merasakan dampak otsus bukan birokrat, politisi tetapi masyarakat asli papua. Saya pikir sisa waktu ini, MRPB dan perwakilan kursi otsus di DPRPB Papua Barat harus segera mengambil langkah untuk mengawal program ini agar ada gagasan-gagasan baru untuk melanjutkan otsus ini kedepan,” pungkasnya.

Penulis : Kris Tanjung
Comments
Loading...
Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com
error: Content is protected !!