Portal Berita Papua Barat

Kondisi Ruas Jalan Di Distrik Saifi Memprihatinkan

0 9
Jalan di Distrik Saifi Memprihatinkan
Tampak Kondisi Ruas Jalan Di Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, Yang Memprihatinkan (Foto: Stepanus Sremere)

 

Manokwari, Papuabaratoke.comJalan Di Distrik Saifi Memprihatinkan. Jalan sepanjang 10 kilometer yang menghubungkan 10 kampung di Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, kondisinya memprihatinkan.

Salah seorang Tokoh Pemuda, Stepanus Sremere, Senin (11/9/2017) mengatakan ruas jalan tersebut menjadi akses satu-satunya bagi masyarakat di 10 kampung, untuk berhubungan dengan daerah luar.

“Masyarakat memikul hasil jualan setiap harinya dengan berjalan kaki dari masing-masing kampung menuju lokasi atau batas masuknya kendaraa roda dua atau roda empat,” ujarnya.

Kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat hanya dapat melintas hingga perbatasan Distrik Saifi dengan Distrik Seremuk, tepatnya antara kampung Srer dan Mlaswat.

Jalan Di Distrik Saifi Memprihatinkan
Tampak Kondisi Ruas Jalan Di Distrik Saifi, Kabupaten Sorong Selatan, Yang Memprihatinkan (Foto: Stepanus Sremere)

“Keluhan masyarakat ini sudah disampaikan oleh kepala kampung, tokoh pemuda, tokoh agama maupun tokoh adat kepada pemerintah. Sayang, belum ada respon sama sekali,” ujar Stepanus lagi.

Kata dia, pembangunan ruas jalan di Distrik Saifi dikerjakan semasa kepemimpinan Bupati Ottow Ihalauw.
Tahun Anggaran 2016 dan 2017, lanjut dia, pemerintah daerah kembali mengalokasikan anggaran pembangunan ruas jalan itu.

“Anggaran tersebut tidak dimanfaatkan dengan baik oleh kontraktor-kontraktor yang mengerjaakan proyek jalan. Ini terjadi karena tidak ada pengawasan yang ketat oleh pemerintah daerah. Masyarakat yang harus menanggung kerugiannya,” tandasnya.

Jalan Di Distrik Saifi Memprihatinkan
Tokoh Pemuda Distrik Saifi, Stepanus Sremere (Foto: ILO/PBOke)

Stepanus menambahkan, kondisi ruas jalan di Distrik Saifi sangat berbahaya untuk dilalui oleh para pengendara kendaraan bermotor. Pasalnya, kondisi jalan dipenuhi lumpur dan kubangan-kubang berukuran besar.

“Masyarakat berharap, pemerintah Provinsi Papua Barat dapat membantu masalah ini. Masyarakat telah sampiakan langsung aspirasi kepada Bapak Gubernur Dominggus Mandacan, pada pembukaan Sidang Klasis Teminabuan Kabupaten Sorong Selatan tanggal 19 Juni 2017 lalu,” imbuhnya. (ILO/PBOke)

Comments
Loading...
error: Content is protected !!